Meskipun Simulasi KPR Sekarang Gak Repot, Ketahui Dulu Bedanya KPR BTN Konvensional dan Syariah Berikut Ini

Simulasi KPR alias Kredit Pemilikan Rumah wajib diketahui sebelum memutuskan beli properti secara kredit. Meski hanya bersifat perkiraan, simulasi KPR BTN konvensional dan BTN syariah ini bisa dijadikan patokan untuk mengetahui besaran cicilan per bulan hingga lunas dalam pembelian baik rumah tapak maupun apartemen.

Untung teknologi kian berkembang, sehingga kita gak perlu lagi datang ke kantor bank untuk mengetahui simulasi cicilan rumah atau apartemen yang kita incar. Mungkin malah menghitung sendiri pakai kalkulator tangan.

Saat ini sudah ada aplikasi simulasi KPR yang tersedia buat ponsel pintar alias smartphone. Namanya saja ponsel pintar, penggunanya harus pintar juga dong.

Dengan aplikasi itu, kita bisa lebih mudah memprediksi jumlah duit yang mesti kita keluarkan buat membayar angsuran rumah atau apartemen tiap bulan. Bagusnya lagi, perhitungan cicilan KPR lewat aplikasi ini bisa dengan mudah dilakukan.

Sebetulnya, ada banyak aplikasi yang menawarkan fitur perhitungan KPR. Namun banyak pula di antaranya yang dinilai kurang mumpuni baik dari segi teknis maupun dukungan pengembang.

Buat yang lagi cari tempat tinggal, kesalahan dalam menghitung cicilan KPR bisa jadi bencana. Apalagi jika dana yang tersedia mepet. Bisa-bisa harus menombok untuk bayar angsuran.

Mengingat BTN atau Bank Tabungan Negara memang dikenal sebagai salah satu bank yang melayani pembelian rumah yang mudah untuk banyak masyarakat–apalagi jika dilihat berdasarkan fakta, persentase masyarakat untuk membeli rumah masih dilakukan secara kredit.

Oleh karena itu, sangat penting dan wajib bagi masyarakat untuk membuat simulasi kredit pemilikan rumah terlebih dahulu sebelum mengajukan pinjaman ke Bank. Bank BTN sendiri hingga saat ini memberikan dua produk KPR yang terdiri dari KPR BTN Konvensional dan juga KPR BTN Syariah.

Keduanya memiliki beberapa perbedaan tersendiri, seperti penghitungan simulasi antara BTN Konvensional dan simulasi KPR BTN Syariah. Namun keduanya memiliki kepentingan yang sama, yaitu menyediakan tempat tinggal atau hunian bagi masyarakat dengan cara yang mudah.



Lalu apa saja perbedaan simulasi KPR BTN Konvensional dan Syariah? Berikut penjelasannya:

Pada bank KPR BTN Konvensional, dikenal dengan istilah bunga. Untuk fitur ini, BTN menerapkan dua jenis bunga yaitu flat dan anuitas. Sementara itu, melalui layanan Syariahnya BTN tidak membebankan nilai bunga kepada calon nasabah.

Suku bunga yang ditetapkan oleh BTN Konvensional pertahun adalah 8.75%. Terbilan rendah dibandingkan dengan beberapa bank yang lainnya. Namun, khusus BTN Syariah, tidak dikenal istilah suku bunga.

Namun diganti dengan istilah Margin yang berarti sebuah kesepakatan yang menguntungkan baik antara pihak bank dan nasabah. Margin, secara umum merupakan proses awal dari kesepakatan Bank menyetujui pinjaman yang diajukan calon nasabah untuk membeli rumah.

Meskipun memiliki perbedaan, namun keduanya juga memiliki persamaan. Beberapa diantaranya adalah uang muka, lama pinjaman, dan pemilihan jenis rumah apakah non subsidi atau rumah bersubsidi. Semua fitur ini dapat ditemukan dalam penghitungan atau simulasi KPR dari BTN untuk pembeliah rumah.



Memulai Simulasi KPR BTN Konvensional dan BTN Syariah

Agar semakin maksimal dan tidak ragu-ragu dalam membuat simulasi KPR yang akan diajukan, UrbanLife.id kali ini akan berbagi beberapa tips sederhana tentang persiapan yang akan akan kamu lakukan.

1. Pilihlah sistem KPR mana yang akan digunakan. Apakah KPR konvensional atau Syariah. Bagi yang memilih Konvensional, perhitungkan dengan matang suku bunga yang akan dipilh apakah flat atau anuitas.

Flat merupakan pokok utang awal, sehingga porsi dan pokok dalam angsuran bulanan akan tetap sama. Sementara itu, anuitas merupakan saldo akhir tiap bulan dan jika ini dipilih, maka akan menerima konsekuensi, semakin lama pembayaran pokok, maka jumlah pembayarannya pun akan semakin besar.

Sementara itu, jika memilih KPR Syariah BTN, kamu tidak perlu memilih bunga flat atau anuitas.

2. Kamu bisa memilih rumah yang diinginkan, apakah rumah subsidi atau non subsidi. Pilihan ini terdapat pada dua jenis KPR BTN Syariah baik yang konvensional dan Syariah.

3. Tentukan uang muka yang kamu sanggupi. Kredit rumah BTN konvensional dan Syariah menawarkan uang muka yang bisa dibayar sebesar 15% dari harga rumah.

Setelah menambahkan uang muka yang dalam kalkulator yang disediakan BTN, maka secara otomatis akan menampuilkan nominal uang muka yang dibayarkan.

4. Pilih pinjamanyang sesuai dengan kondisi keuangan kamu hingga masa depan. Paling lama kredit rumah BTN Konvensional menawarkan lama waktu pinjaman selama 25 tahun. Hal yang sama juga berlaku bagi kamu yang memilih kredit rumah menggunakan BTN Syariah.

5. Jangan lupa untuk menetapkan suku bunga bagi kamu yang memilih kredit pemilkan rumah BTN Konvensional. Sementara itu, bagi yang memilih layanan Syariah, jangan lupa untuk memasukkan Margin.



Secara umum simulasi KPR BTN baik konvensional atau Syariah sangat mudah dilakukan. Hal penting yang tidak boleh kamu lupakan adalah sesuaikan pinjaman ini sesuai dengan kondisi keuangan kamu.

Pastikan bahwa Anda telah mengisi semua yang diperlukan pada simulasi KPR. Lalu, klik hitung. Beberapa detik kemudian, Anda dapat melihat dengan rinci, seperti: angsuran per bulan, dan pembayaran pertama yang tak hanya uang muka saja tapi sudah termasuk biaya administrasi bank dan notaris.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id