Tahun 2018, Berikut Cara Sukses Berkarier dengan Korbankan 8 Hal Ini

Bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan, kamu tentu ingin tahu cara sukses berkarier di tahun 2018 ini. Dan hal itu pun kerap jadi resolusi yang disuarakan di awal pergantian tahun. Tapi pertanyaannya adalah, apa kamu sudah siap untuk berkorban demi sukses di tahun ini?

Semua orang tentu punya definisi yang berbeda soal cara sukses berkarier. Namun mau bagimana pun juga, ada banyak hal bersifat universal yang memang berpotensi menjegal kesuksesanmu.

Untuk menggapai cara sukses berkarier di tahun 2018, ada beberapa hal yang harus kamu korbankan. Kelihatannya sih sepele, tapi pada kenyataannya gak mudah meninggalkan hal-hal ini, karena udah jadi kebiasaan.

So, demi karier sukses di tahun 2018 dan mumpung masih awal tahun nih, yuk kita introspeksi diri dan tinggalkan hal-hal ini:

1. Korbankan gaya hidup gak sehat sebagai cara sukses berkarier di tahun ini

Usia 20 hingga 30 tahun bisa dikatakan sebagai masa jaya kita semua. Mengapa demikian? Karena di usia produktif inilah kita bisa melakukan banyak hal, termasuk dalam hal karier.

Tapi wajib diketahui bahwa ketika kamu membiarkan dirimu hidup gak sehat, maka dampaknya akan terasa saat kamu meniup lilin di usia 40 tahun. Padahal di saat usia kepala empat itulah, kamu bakal dituntut untuk berpikir lebih dalam soal masa depan keluarga.

Jika di usia tersebut kamu sudah sakit-sakitan, gimana caranya dirimu bisa berpikir jernih untuk pekerjaan dan urusan rumah tangga? Mulai dari sekarang, mari tinggalkan gaya hidup gak sehat, perbanyak olahraga atau nge-gym, jaga pola makan, dan istirahat dengan cukup.

2. Mindset bahwa kerja cuma buat menunggu gaji

Mereka yang berhasil sukses berkarier, tentu punya target pencapaian karier dalam jangka panjang. Tahun ini masih jadi staf, dua tahun lagi harus jadi supervisor. Sementara itu yang sudah jadi supervisor harus punya target juga, kapan harus jadi manajer. Dan seterusnya.

Itu semua bisa dilakukan dengan mengorbankan mindset kalau kerja cuma untuk nunggu gaji bulanan. Dan mulai memberikan kontribusi nyata buat perusahaan.

Sejatinya kita kerja memang untuk bertahan hidup. Tapi jika hanya menunggu gaji bulanan saja tanpa ada kontribusi nyata, jangan heran kalau kamu masih bertahan di jabatan yang sama bertahun-tahun.

3. Kebiasaan ngeluh soal kerja

Kalau yang satu ini termasuk sulit dikorbankan, tapi demi karier yang sukses di tahun 2018 masa gak mau sih ngorbanin yang satu ini? Ngeluh soal kerjaan bisa berbahaya lho kalau jadi kebiasaan.

Patut diketahui, sekali mengeluh maka akan ada kecenderungan kamu bakal ngeluh lagi di kemudian hari. Nah semakin sering mengeluh maka hasil pekerjaanmu pun makin gak maksimal, hasilnya jauh dari apa yang diharapkan.

Dengan hasil pekerjaan yang apa adanya, penilaian bos terhadapmu juga gak akan bagus. Karena dia punya ekspektasi yang cukup tinggi terhadap performa kerjamu. So, gak usah ngeluh-ngeluh lagi ya di tahun ini.

4. Khayalan tentang kesuksesan yang instan

Kesuksesan instan dalam karier hanyalah sebuah mitos. Buat kamu yang mau naik gaji atau jabatan tapi gak diiringi peningkatan performa kerja, mending gak usah ngarep sukses di tahun 2018 deh.

Patut diketahui, demi menggapai sukses tentu harus ada peningkatan yang kamu capai setiap hari. Selalu tanamkan di pikiranmu bahwa hari ini harus lebih baik daripada hari sebelumnya.

5. Rasa takut akan kegagalan

Sampai kapan pun, gak ada suatu hal yang sempurna. Jangan sampai karena takut gagal, maka kamu pun hanya berani bertahan di satu bidang yang sudah dikuasai. Walhasil, kamu gak akan sanggup melakukan hal lain di luar kemampuanmu karena kamu takut mencoba hal baru.

6. Metode kerja multitasking

Beberapa di antara kamu tentu berpendapat kalau bisa mengerjakan banyak hal alias multitasking adalah kelebihan. Tapi jangan salah, hal itu juga bisa jadi kelemahanmu dalam bekerja.

Bekerja dengan sistem multitasking berpotensi membuatmu kehilangan waktu berharga untuk menyelesaikan pekerjaan inti dengan baik. Apalagi jika kamu kedapatan sering mengerjakan pekerjaan di luar divisimu.

So, bukan berarti gak boleh multitasking nih. Boleh saja, asal masih sesuai sama pekerjaan yang kamu emban di divisimu. Misalkan sebagai marketing, kamu harus ngurus pemasangan iklan di media dan bantu promosi lewat event.

7. Mental “iya-iya” aja

Buat kamu yang bekerja di perusahaan besar, kadang takut banget buat gak setuju terhadap permintaan bos. Walhasil, kamu bakal melakukan apa saja yang diperintahkan bos meskipun itu merugikan perusahaan sekalipun.

Di tahun ini, beranilah untuk menjadi seorang yang bisa mengatakan tidak. Tentunya tidak untuk suatu hal yang gak jadi tujuan perusahaan.

Sampaikanlah alasan penolakanmu dengan diplomatis. So, pak bos atau bu bos juga bakal sadar kalau saat itu kamu bisa memberikan kontribusi yang nyata.

8. Asal ngomong

Sudah gak zaman nih bos ngomong berdasarkan asumsi, apalagi kalau urusannya adalah menyusun strategi meningkatkan laba per tahun. Untuk hal yang satu ini, akan sangat baik tentunya jika kamu selalu menyertakan sebuah data yang mendukung argumenmu.

Dengan bicara hanya modal asumsi, maka gak bakal ada yang yakin kalau apa yang kamu katakan adalah tepat. Yang ada idemu hanya mental gitu saja, gak akan diterima atau dipertimbangkan oleh perusahaan.

Setelah mengetahui delapan hal di atas, apakah kamu sudah siap meninggalkannya demi sukses di tahun 2018? Yuk diwujudkan supaya bisa jadi bos sebelum usia 40 tahun nih!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id