Harga Gas 3 Kg Terus Naik, Yuk Atur Pola Konsumsi Gas Anda

Di ujung tahun 2017, gas elpiji 3 kg mendadak sulit ditemukan. Beberapa ibu rumah tangga yang sudah lelah mencari gas melon di beberapa toko namun tetap tak kunjung menemukannya, berseloroh bahwa “gas elpiji” sudah lebih dulu berlibur akhir tahun sehingga sulit ditemukan.

Akibatnya, di beberapa toko pengecer, harga gas elpiji 3 kg melonjak tajam. Dari semula hanya Rp 16.000 – Rp 18.000 menjadi Rp 25.000 per tabung. Harga ini berdasarkan pantauan HaloMoney.co.id di kawasan Bojongsari, Depok, 7 Desember 2017.

Kenaikan perlahan-lahan ini mulai terasa dua hari sebelumnya. Harga gas elpiji merambat naik menjadi Rp 21.000 atau Rp 22.000 per tabung. Lalu naik lagi menjadi Rp 25.000 per tabung.

Di media bahkan dilaporkan harga gas elpiji mencapai Rp 30.000 per tabung. Kenaikan harga ini terjadi karena masih tingginya kebutuhan masyarakat, sementara pasokan gas elpiji 3 kg sudah dikurangi.

Maklum gas elpiji akan dikurangi dan hanya disalurkan kepada mereka yang berhak, yakni masyarakat miskin, melalui kupon yang disebarkan melalui perangkat desa.

Namun besarnya kebutuhan ini dengan sendirinya seperti menciptakan pasar gelap alias “black market”. Gas elpiji 3 kg tetap jatuh ke tangan kelompok masyarakat menengah, meski dengan harga yang lebih tinggi.

Lantas apa pilihan bagi masyarakat saat ini. Haruskah tetap membeli gas elpiji 3 kg meski harga naik? Atau beralih ke gas 5 kg  Apa saja langkah menghemat gas elpiji? Berikut ini saran HaloMoney.co.id:

 

  1. Gas elpiji memang barang subsidi

 

Suka atau tidak suka, kebijakan pemerintah saat ini memang menetapkan gas elpiji 3 kg adalah produk gas yang disubsidi pemerintah. Mau tidak mau pemerintah harus mengaturnya dengan menyalurkannya kepada yang benar-benar berhak. Caranya dengan menyalurkan secara tertutup melalui pembagian kupon.

 

Masalahnya sebagian masyarakat sudah lama menggunakannya dan tentu menikmati subsidinya. Sebab itu pilihannya, pemerintah mengumumkan secara terbuka bahwa gas elpiji 3 kg sedang ditarik dan resmi disalurkan secara tertutup. Cara ini agar tidak terjadi pasar gelap seperti beberapa pekan terakhir dan masyarakat dan usaha kecil segera beralih ke gas non-3 kg.

Baca juga: Pinjaman KTA Mudah dengan Bunga Cuma 1% per bulan

 

  1. Terus melakukan penghematan konsumsi gas

 

Tidak ada pilihan lain kecuali menghemat pola konsumsi gas. Penghematan dalam menggunakan gas bisa dilakukan sebagai berikut:

  • Trik memasak. Agar efisien, nyala api jangan melewati wadah yang sedang dipanasi. Aturlah hingga api berwarna biru terang.

 

  • Memasaklah sesuai waktu yang dibutuhkan.

Jika perlu gunakan pengatur waktu atau timer agar kamu memasak seperlunya saja. Misalnya, bila terlalu lama, sayur-sayuran dapat kehilangan nutrisinya.

Baca juga: Trik Belanja Hemat dan Cerdas di Harbolnas 2017

  • Saat kompor tak digunakan.

Jika kamu menggunakan kompor gas, matikan tombol penyalur gas pada regulator setiap saat kompor tidak digunakan, terutama saat kamu sekeluarga pergi meninggalkan rumah beberapa hari. Pastikan tidak ada kebocoran sehingga gas tidak terbuang dengan percuma.

 

  • Terapkan ‘manajemen memasak’

Misalnya jika ingin membuat masakan ayam, rebuslah daging ayam untuk beberapa kali olahan. Simpan sisa daging ayam yang tidak digunakan di dalam freezer. Kamu tinggal membumbuinya saat akan memasaknya di lain hari.

Contoh lain, kamu cukup sekali merebus air panas dalam sehari. Air panas yang sudah mendidih itu kamu taruh di dalam termos penampung air panas.

Ayo selalu hemat bahan bakar gas mulai dari sekarang. Penghematan ini jika dilakukan setiap hari, dalam setahun kamu akan cukup menghemat kantong. Gunakan situs HaloMoney.co.id untuk menghemat biaya pengajuan kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) dari berbagai bank.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan HaloMoney.

© 2017 Urbanlife.id