5 Makanan Nasional Rekomendasi Bondan Winarno

Pada tanggal 29 November 2017 yang lalu, dunia kuliner Indonesia dikejutkan oleh kabar duka dari Bondan Winarno yang meninggal dunia pada usia 67 tahun. Pria yang dikenal dengan ungkapan “maknyus” ini diketahui mengalami kondisi kelainan pembuluh darah yang disebut aneurisma dan juga memiliki masalah pada katup jantung. Aneurisma adalah penonjolan pada pembuluh besar di jantung, yaitu aorta. Penonjolan tersebut rentan untuk pecah dan bisa menyebabkan pendarahan hebat. Apabila pecah, kondisi ini sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.

Semasa hidupnya, Bondan dikenal sebagai pencicip makanan–makanan yang kemudian direkomendasi untuk masyarakat luas. Banyak dari pengusaha kuliner yang sengaja mengundang Bondan untuk mencicipi masakan yang menjadi andalan mereka.

Secara umum, ada beberapa masakan khas Indonesia yang direkomendasi oleh Bondan Winarno sendiri. Pada artikel ini, akan membahas 5 dari banyak masakan khas Indonesia yang diberi label “maknyus” oleh Bondan Winarno.

 

  1. Soto Medan

Soto khas Medan yang memiliki keunikan pada kuah santan kuningnya yang agak keputih-putihan ini menjadi salah satu makanan yang direkomendasi oleh Bondan. Di dalam semangkuk soto Medan terdapat ayam suwir, kentang goreng dan telur rebus yang kesemuanya dicampur dan disajikan dengan kuah santan yang beraroma daun serai.

 

  1. Nasi Goreng Babat

Nasi goreng babat memiliki karakteristik berminyak, berwarna gelap karena diberi kecap manis, pedas, dan dilengkapi dengan bawang putih dan bawang merah yang kaya akan aroma, serta potongan babat dan iso (usus sapi) yang empuk.

 

  1. Sate Buntel

Sate buntel adalah sajian khas dari Solo yang dibuat dari daging kambing dicincang halus, dibumbui secara minimalis, kemudian dibungkus dengan lembaran lemak tipis (lemak jala). Bentuknya mirip seperti sosis kambing yang ditusuk dengan bilah bambu lalu dibakar. Sate buntel disajikan dengan sambal dari kecap manis berikut rajangan cabai rawit dan bawang merah. Biasanya juga disertai dengan rajangan kol dan beberapa iris tomat segar.

 

  1. Gulai Itiak Lado Mudo

Masakan khas dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat ini juga menjadi salah satu rekomendasi Bondan. Proses memasaknya memiliki proses dua tingkat yang cukup panjang karena daging bebek dikenal lebih liat dibanding daging ayam. Yang pertama adalah dengan cara membakar atau lebih tepatnya mengasap bebek di atas bara arang. Jarak antara arang dan bebek harus cukup agar bebek tidak hangus. Cara ini dapat membakar bulu halus yang tersisa di bebek, selain itu juga mematangkan dagingnya pelan-pelan agar lebih empuk. Setelah proses pengasapan, bebek dimasukkan ke dalam kuali untuk dicampur dengan semua bumbu yang sudah dihaluskan, dan proses memasak dilanjutkan di dalam kuali. Dengan api kecil dan waktu memasak yang cukup lama, bumbu-bumbu akan meresap ke dalam daging bebek secara sempurna dan memperkaya rasa dari hidangan tersebut.

 

  1. Pacri Nenas

Kuliner Melayu yang satu ini dapat dijumpai di daerah Melayu seperti Riau, Pontianak, Medan, Palembang, dan Banjarmasin. Pacri Nenas adalah gulai versi vegetarian yang memiliki rasa sangat gurih dan segar dari nenasnya. Jangan tertipu dengan penampilannya yang sederhana, dibalik tampilan tersebut ada proses pembuatan yang tidak sederhana. Untuk membuat pacri nenas, dibutuhkan 15 jenis rempah dan bumbu.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id