Etika dalam Berutang agar Gak Malu Dikejar-kejar “Debt Collector”

Kebutuhan manusia sehari-hari tidak terlepas dari nominal uang. Semakin besar kebutuhan seseorang, maka akan semakin besar pula nominal yang diperlukan. Manusia pada umumnya akan bekerja atau memiliki usaha untuk memenuhi kebutuhannya. Namun ketika itu tidak mencukupi, kita perlu berutang. Boleh kok, asal jangan sampai dikejar-kejar debt collector saja ya!

Ada kalanya penghasilan dari pekerjaan atau usaha tidak mencukupi berbagai kebutuhan terutama kebutuhan yang bersifat mendadak. Pada situasi seperti ini, berutang kepada beberapa sumber dana menjadi alternatif yang bisa dilakukan oleh pihak yang sedang membutuhkan dana.

Berutang dapat dilakukan dengan menggunakan kartu kredit, mengajukan pinjaman tunai ke bank, atau pinjaman dana dari kerabat atau sanak saudara. Untuk menghindari besarnya bunga dan kejaran debt collector, pada umumnya meminjam dana tunai dari kerabat atau saudara menjadi pilihan yang terbaik.

Namun, sebelum berutang dan mengakibatkan kerugian baik material maupun non-material, ada beberapa etika dalam berutang yang perlu diperhatikan.

Seberapa Penting untuk Berhutang

Sebelum mengajukan pinjaman, pertimbangkan secara matang mengenai seberapa penting Anda untuk berutang. Apabila yang mendasari niat berhutang hanya untuk kebutuhan bersifat sekunder atau tersier, maka sebaiknya diurungkan dulu. Namun apabila untuk kebutuhan yang sangat mendesak, pertimbangkan juga jumlah yang akan diajukan agar tidak terjadi kesulitan bagi Anda untuk melunasinya di kemudian hari.

Ketahui Kemampuan Finansial Pemberi Utang, Jangan Sampai Melibatkan Debt Collector Nantinya

Apabila Anda akan meminjam dana tunai kepada seseorang, tentunya secara logika si pemberi utang dalam kondisi finansial yang lebih stabil dan keuangannya tidak terganggu setelah yang bersangkutan meminjamkan dana tunai kepada Anda. Jangan pernah meminjam dana tunai dari orang yang kondisi finansialnya tidak stabil karena nantinya hal ini akan merugikan kedua belah pihak.

Menjaga Komunikasi

Setelah dana pinjaman diberikan kepada Anda, berikan komitmen waktu yang Anda sanggupi untuk melunasi utang. Selanjutnya, jaga komunikasi dengan pemberi utang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Secara psikologis, pemberi hutang akan lebih paranoid setelah meminjamkan dana tunai.

Pada sisi lain, pengutang juga ingin cepat melunasi utangnya. Dalam situasi seperti ini, komunikasi menjadi satu aspek penting yang sangat perlu untuk dijaga. Apabila terjadi sesuatu yang melenceng dari perhitungan atau komitmen, kedua pihak perlu bertemu dan mencari solusinya bersama-sama.

Tepat Waktu

Berutang dengan kerabat atau saudara berarti meminjam dana simpanan mereka yang mana dana itu mungkin sudah direncanakan untuk berbagai kebutuhan di waktu yang akan datang. Apabila mereka menyanggupi untuk meminjamkan dana tunai dan mempercayai Anda untuk membayar pada waktu yang ditentukan, maka sebaiknya Anda dapat menjaga komitmen tersebut. Hargai kebutuhan orang yang sudah memberikan pinjaman dana karena Anda tidak pernah mengetahui seberapa berartinya dana yang mereka pinjamkan kepada Anda.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id