Beli Hunian Bekas Bisa Bikin Untung, Kalau Sudah Cek 5 Hal Ini

Beli hunian bekas itu harus seperti cari pacar. Semuanya dicek, dari yang kelihatan di depan mata sampai yang di belakang layar alias “disembunyi-sembunyiin”.

Ada lho orang jual hunian bekas tetap mengakunya sudah siap dihuni tapi ternyata rusak di sana-sini. Begitu rumah atau apartemen sudah dibeli, baru ketahuan. Kamu tentunya gak mau mengalami hal seperti itu, kan?

Makanya, simak dulu tips dari UrbanLife.id untuk beli hunian bekas berikut ini biar gak rugi.

1. Pintu dan jendela

Rumah gak lengkap kalau gak ada pintu dan jendela. Tapi wujud berupa daun pintu dan jendela saja gak cukup.

Cek dua komponen penting itu dengan detail. Lihat engselnya, apakah ada bagian yang lepas. Selain itu, buka-tutup pintu dan jendela gampang atau gak.

Bisa jadi engsel sudah rusak, sehingga pintu atau jendela gak bisa tertutup rapat. Jika engsel berbunyi ketika dibuka atau ditutup, bisa diatasi dengan memberikan cairan pelumas.

Lubang kunci juga mesti dicermati. Apakah susah memutar anak kunci? Handle atau pegangan juga harus dicek. Jangan-jangan pas dipegang untuk buka-tutup langsung lepas.

Bila perlu diganti, bisa minta si pemilik untuk mengganti dulu komponen yang rusak. Apalagi bila banyak jendela dan pintu yang demikian.

Makanya, nanti kalau kamu udah punya rumah, jangan malas merawatnya ya. Nanti susah sendiri kalau mau jual, lho!

2. Atap

Wah, repot dong kalau atap rumah bocor nanti banjir di dalam rumah dong! Atap bocor adalah masalah yang bikin kesel, terutama saat musim hujan.

Membetulkan atap yang bocor gak gampang, lho! Biayanya pun bisa bikin rugi. Terlebih bila kita gak punya pengalaman jadi tukang. Makanya, saat beli hunian bekas, pastikan dulu seluruh atap solid tanpa lubang sedikitpun.

Biasanya, sering jadi persoalan adalah rembesan yang gak kelihatan. Dalam hal ini, bisa minta jaminan ke pemilik rumah itu bahwa gak ada kebocoran atau ada yang rembes. Bila kelak diketahui ada, si penjual hunian bekas itu mesti bertanggung jawab menambalnya.

3. Saluran air

Bapak Presiden Jokowi saja gak segan blusukan sampai ke selokan, masa kamu males periksa saluran air buat rumahmu? Ada setidaknya dua saluran air yang harus dicek.

Pertama, saluran keran kamar mandi hingga wastafel. Pastikan air mengalir lancar dan tak ada kotoran berupa remahan tanah atau pasir. Bila aliran tersendat, ada kemungkinan saluran mampet.

Kalau ada remahan tanah atau pasir, ini mengindikasikan adanya kebocoran pipa. Ini berbahaya, karena bisa membuat tagihan air melonjak lantaran air merembes keluar. Air yang kita gunakan pun jadi kotor.

Saluran kedua adalah sink atau pipa pembuangan tempat cucian. Sink yang mampet bakal bikin kita repot karena harus panggil tukang sedot dan bahkan membongkar keramik untuk mencari titik yang mampet.

Coba menyalakan air di sink dan biarkan air mengalir selama setidaknya satu menit. Seharusnya air gak menggenang di sink kalau saluran lancar.

4. Rayap

Ini nih penyakit mematikan yang gak kelihatan saat beli hunian bekas. Seringkali jadi poin penentu, kira-kira berharga gak ya beli hunian bekas kalau kayu-kayunya sudah pada lapuk? Soalnya kalau mesti renovasi, biayanya juga lumayan kan.

Bila konstruksi hunian sebagian besar masih berbahan kayu, rayap adalah bahaya yang amat mengancam. Kayu kaso dan reng di atap, misalnya, mesti dipegang untuk mengetahui apakah sudah lapuk dimakan rayap. Artinya, mesti naik ke langit-langit untuk memastikannya.

Komponen kayu lain yang sering jadi korban rayap adalah kusen. Salah satu cara mendeteksi rayap adalah adanya suara dari dalam kayu. Bila ada suara, coba semprot dengan semprotan anti-nyamuk untuk melihat ada-tidaknya rayap yang keluar dari sana.

5. Lubang tikus di hunian bekas

Kita tentunya gak mau bahan pangan habis diserbu tikus setelah beli hunian bekas itu. Makanya, periksa baik-baik bagian atap dan dekat dapur.

Lokasi-lokasi itu sering dilubangi tikus sebagai pintu masuk ke rumah. Sebaiknya minta lubang itu ditutup atau bagian yang berlubang diganti seluruhnya.

Meski begitu, memang tikus adalah masalah yang kerap dihadapi semua orang. Apalagi di permukiman padat penduduk. Setelah ditutup, bukan jaminan tikus gak bakal datang lagi.

Hunian bekas sering jadi pilihan ketika gak berhasil dapet rumah baru di lokasi yang diinginkan. Di Jakarta, misalnya, rumah dan apartemen baru lebih sering dibangun di daerah pinggiran.

Bila ingin cari di tengah, pilihan yang paling memungkinkan adalah rumah atau apartemen bekas. Tetapi ingat, meski jadi pilihan terakhir, tetap harus cermat saat beli hunian bekas biar gak rugi.

Lima hal di atas belum mencakup sertifikat ya. Bila hendak beli hunian bekas, pastikan pula gak ada sengketa agar nanti gak terlibat masalah saat sudah ada deal dengan si penjual.

Satu lagi nih, beli hunian bekas juga tetap bisa pakai KPR (Kredit Pemilikan Rumah), lho! Tetapi hati-hati, ketahui dulu prosedur dan tahapan yang mesti dilalui untuk mendapatkan fasilitas kredit yang satu ini ya. Soalnya, KPR buat hunian bekas beda sama rumah atau apartemen baru.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id