5 Pengusaha Sukses Indonesia di Bidang Properti

Indonesia dikenal sebagai negara berkembang dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa pada tahun 2016. Dengan jumlah penduduk yang sangat besar, tentunya ini menciptakan peluang pasar untuk berbagai jenis usaha yang menyediakan kebutuhan primer, khususnya bagi para pengusaha properti untuk memproduksi kebutuhan masyarakat akan hunian.

Dengan segmen pasar bervariatif yang tersedia dari besarnya jumlah penduduk, segelintir pengusaha properti yang sudah merintis usaha propertinya sejak lama meraup keuntungan besar dari sini dan terdaftar sebagai pengusaha terkaya di Indonesia versi beberapa media.

1. Eka Tjipta Widjaja
Sinar Mas Group yang berdiri dan besar di bawah tangan dinginnya, memposisikan Eka Tjipta Widjaja pada urutan ketiga di daftar “10 Orang Terkaya di Indonesia” versi majalah Globe Asia 2008 dengan memiliki kekayaan sebesar US$ 3.8 miliar.

Ritel Trade Centre berlabel ITC di berbagai lokasi di Indonesia merupakan salah satu karya Sinar Mas Group. Tidak hanya itu, Sinar Mas Group juga membawahi 50 proyek properti yang di antaranya superblok, 4 kota baru, hotel, puluhan komplek perumahan dan banyak proyek properti lainnya yang sedang dibangun dan berkembang.

2. Mochtar Riady
Ayah kandung dari James Riady ini adalah pendiri Lippoland Group. Total aset yang dimiliki oleh Lippoland Group saat ini mencapai 39,9 triliun rupiah.

Saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Mochtar Riady dijalankan oleh kedua anak lelakinya, James dan Stephen. Beberapa proyek kota mandiri seperti Lippo Village, Lippo Cikarang dan Tanjung Bunga Makasar adalah proyek yang tengah dikelola oleh Lippoland Group.

Belakangan, yang sedang heboh dibicarakan adalah proyek superblok Meikarta. Proyek ini penuh dengan kontroversi karena Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang belum terbit sebagai syarat mutlak.

Walaupun demikian, terlepas dari berbagai pemberitaan yang menyatakan kontroversi dari proyek superblok Meikarta, proyek ini mengundang minat tinggi masyarakat yang antusias terhadap konsep baru yang ditawarkan.

3. Alexander Tedja
Pendiri Pakuwon Djati ini dijuluki rajanya properti Surabaya. Pada tahun 2007, usaha propertinya memasuki pasar Jakarta dengan membangun superblok Gandaria City.

Alexander Tedja melanjutkan pengembangan usahanya di Jakarta dengan membangun superblok Kota Kasablanka pada tahun 2012 setelah sebelumnya lahan yang digunakan untuk membangun ini terbengkalai bertahun–tahun. Pada saat ini, Pakuwon Djati memiliki aset sebesar 12,7 triliun rupiah.

4. Ciputra
Pria berusia 86 tahun ini merupakan pencetus Grup Ciputra yang didirikan pada tahun 1981 sebagai usaha keluarga. Jauh sebelum mendirikan Grup Ciputra, Ciputra mendirikan PT Pembangunan Jaya yang dikenal juga dengan Jaya Group pada tahun 1961 setelah memperoleh gelar Insinyur dari ITB.

Salah satu karya Jaya Group adalah Taman Impian Jaya Ancol. Pada tahun 1971, Ciputra mendirikan PT Metropolitan Development yang beroperasi sebagai holding company dan mengelola real estate, hotel, kesehatan, pusat perbelanjaan, industri, pariwisata, pengelolaan saham dan kesehatan. Total aset yang dimiliki oleh Ciputra adalah sebesar 33 triliun rupiah.

5. Eka Tjandranegara
Pengusaha kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat ini merupakan pendiri dari Grup Mulia bersama 3 saudaranya. Mereka bersama – sama membangun grup yang memiliki bisnis inti properti, keramik, kaca, dan logam.

Grup ini mereka dirikan pada tahun 1970. Eka Tjandranegara dijuluki sebagai pendekar segitiga emas karena berhasil membangun proyek di 3 lokasi strategis di Jakarta yaitu Sudirman, Thamrin dan Kuningan.

Grup ini terkenal dengan keahliannya sebagai pengusaha properti yang cepat dalam membangun proyek dengan komposisi pekerja–pekerja handal yang bekerja sebagai tim solid. Hotel Mulia di kawasan Senayan adalah salah satu karya dari Grup Mulia.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id