Jadi “Kutu Loncat” dan Menekuni Bidang Baru, Kenapa Gak? Terapkan 5 Triknya Berikut Ini

Gak semangat berangkat kerja? Gak pernah bisa memenuhi target? Mungkin inilah saatnya untuk pindah kerja dan menekuni bidang baru. Gak apa-apa deh dibilang “kutu loncat”!

Sebagai karyawan, pindah kerja ke perusahaan baru pasti menjadi tantangan yang menarik sekaligus mendebarkan.

Tantangan itu makin besar ketika memutuskan pindah ke bidang baru. Dari awalnya di dunia hiburan malam, terus terjun ke industri perbankan, misalnya.

Sudah rekan kerja baru, garapan yang perlu diselesaikan pun lain dibanding sebelumnya. Makanya, keputusan pindah kerja dan menekuni bidang baru sering kali sulit sekali rasanya.

Meski begitu, terkadang jalan inilah yang mesti ditempuh demi menyelamatkan karier. Ibaratnya seperti mau menikah, bila kamu berniat merintis jalan baru ini, mesti siap lahir dan batin.

Beberapa tips berikut ini mungkin bisa diterapkan ketika hendak pindah kerja ke industri baru:

1. Sebelum jadi “kutu loncat”, ketahui basic knowledge bidang baru

Gak perlu jadi pakar di bidang baru yang akan ditekuni. Cukup ketahui pengetahuan dasar alias basic knowledge di industri tersebut.

Perbanyak baca-baca buku tentang bidang yang akan digeluti. Browsing Internet juga buat cari informasi sebanyak-banyaknya.

Gak kalah penting, banyak bergaul dengan orang-orang di industri itu agar lebih dekat dengan lingkungan kerja yang baru.

Misalnya sebelumnya jadi sales asuransi, kemudian pindah jadi sales executive perusahaan media massa. Selain teknik marketing, harus diketahui kode etik jurnalistik agar pemasaran yang dilakukan tetap berjalan di koridor yang seharusnya.

2. Bener-bener berkomitmen untuk pindah kerja

Kalau pindah kerja ke bidang baru, jangan setengah-setengah. Mesti berkomitmen sepenuhnya sehingga pengorbanan gak sia-sia.

Coba karier di bidang sebelumnya dijadikan bahan evaluasi. Dari situ, tingkatkan level kemampuan diri agar lebih berhasil di dunia kerja yang baru.

3. Siap mulai dari nol

Berhubungan dengan poin nomor dua, komitmen itu diwujudkan dengan kemauan memulai karier dari nol lagi. Misalnya sebelumnya jadi supervisor, sekarang mungkin jadi staf dulu. Sambil bekerja, teruslah belajar agar karier gak terhambat.

Karena merangkak dari bawah lagi, ada kemungkinan gaji pun lebih rendah daripada sebelumnya. Kita mesti siap bila memang itulah yang terjadi. Kalau benar-benar berkomitmen, gaji pasti bertambah seiring dengan prestasi kerja.

4. Mau nerima kritik

Sebagai bagian dari pembelajaran, kritik pasti datang. Tugas kita adalah menerima kritik tersebut dan menjadikannya motivasi perbaikan diri.

Namun bukan mustahil kritik itu berupa celaan dari orang tertentu. Gak perlu bawa perasaan atau “baper” deh, biarkan omongan itu masuk telinga kanan dan keluar dari telinga kiri. Kita hanya perlu memilah mana kritik yang kira-kira memang penting dan mana yang cuma bully.

5. Gak gengsi

Kemampuan untuk beradaptasi diperlukan ketika bergelut dengan lingkungan kerja yang baru. Biar adaptasi lancar, buang jauh-jauh rasa gengsi.

Kalau perlu, lihat film Warkop DKI zaman dulu yang berjudul “Gengsi Dong” biar tahu bagaimana rasa gengsi itu bikin buntung. Gengsi kok dipelihara. Kambing itu dipelihara, biar gemuk.

“Jaim” alias jaga imej juga gak perlu dilakukan. Terbuka saja, sebisa mungkin cari kenalan baru sebanyak-banyaknya. Tapi jangan sampai kelewat supel juga. Bisa-bisa dianggap SKSD atau sok kenal sok dekat dan nanti malah dijauhi.

Wajar saja, berikan salam perkenalan, jabat tangan dan ucapkan nama. Saat jam makan siang, bergabunglah dalam obrolan. Jangan menyendiri terus kayak orang baru putus cinta!

Sejatinya, setiap lingkungan kerja memberikan peluang bagi kita untuk berkembang dan mencerahkan masa depan. Namun kadang peluang itu tertutup oleh pihak lain atau gak kelihatan karena faktor tertentu.

Dalam kondisi seperti itu, jadi kutu loncat dengan pindah kerja dan menekuni bidang kerja lainnya bisa jadi solusi. Namun bukan berarti setelah pindah kerja terus karier jadi melesat. Semuanya kembali kepada kita, mampu gak mengasah diri untuk memberikan kinerja yang super dan melapangkan karier.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id