Belajar dari Kasus First Travel, Ini 5 Tips Jitu Pilih “Travel Agent” untuk Haji

Sudah tahu kan sama kasus First Travel? Itu lho, penipuan dan pencucian uang 58.682 calon jamaah haji yang total nilainya mencapai Rp 848 miliar. Walhasil, polisi menangkap pemilik sekaligus pemimpin penyelenggara perjalanan umrah PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, yakni Andika Surachman dan istrinya Anniesa Desvitasari Hasibuan.

Bayangin saja, calon jamaah itu sudah bayar biaya haji dan umrah, tapi ujung-ujungnya gak diberangkatkan ke Tanah Suci. Ketiga pemilik dari First Travel pun sekarang sudah resmi jadi tersangka.

Selain kasus penipuan dana jamaah, First Travel rupanya juga terlilit utang. Jumlahnya gak sedikit, lho!

Utang kepada penyedia tiket sebesar Rp 85 miliar, pengurusan visa Rp 9,7 juta, utang biaya hotel dan charter pesawat di Arab Saudi sebesar Rp 500 miliar.

Saat ini, mereka diberikan waktu 45 hari buat melunasi utang tersebut. Jika mereka gak bisa bayar, maka mereka dinyatakan pailit.

Sudah ada 4.043 pengaduan calon jamaah yang menjadi konsumen First Travel

Sejak Crisis Center First Travel dibentuk, tercatat sudah ada 4.043 pengaduan yang dilayangkan para konsumen ke perusahaan travel tersebut. Di antaranya, ada pengaduan yang menyebutkan bahwa calon jamaah sudah bayar lunas dan hadir di bandara, namun malah gak jadi berangkat.

Gak sedikit dari mereka yang berasal dari daerah. Mereka sudah kumpul di Jakarta, terus gak jadi berangkat. Walhasil mereka balik ke kampung halamannya lagi.

Jika dilihat, First Travel memang disebut-sebut sebagai salah satu penyelenggara travel haji yang bonafide. Bahkan Anniesa Hasibuan, salah satu pemiliknya juga pernah masuk majalah Forbes. Tapi, apa yang terjadi saat ini justru sangat memprihatinkan.

Kasus ini bisa jadi pelajaran buat kita semua, khususnya yang ingin menunaikan ibadah haji. Sudah bukan rahasia, biaya naik haji gak sedikit.

Kalau sudah tertipu, tentu penyesalannya gak ada akhir. Pokoknya, ketika ingin memilih travel haji, jangan lupa lakukan lima hal ini.

1. Lacak rekam jejak travel umrah dan haji yang kamu pilih

Bila memang travel A adalah pilihanmu, maka lakukan penelusuran lebih lanjut soal travel tersebut. Cari tahu apa yang menjadi keluhan utama para jamaah haji terhadap perusahaan travel yang bersangkutan.

Ketahui juga, sudah berapa jamaah yang pernah mereka berangkatkan. Semakin banyak tentu semakin bagus.

2. Pilih travel berizin resmi

Pastikan bahwa travel umrah dan haji yang kamu pilih mengantongi izin dari Kementerian Agama (Kemendag) Republik Indonesia. Kalau memang mereka belum memiliki izin, cari saja yang lain.

3. Pilih yang paket travel-nya “masuk akal”

Jangan mudah tergiur dengan paket travel umrah dan haji yang harganya miring alias kelewat murah. Murah bisa saja berimbas kepada fasilitas yang kamu dapatkan.

Bisa jadi transportasinya gak memuaskan, hotel gak nyaman, atau pelayanan benar-benar gak profesional. Bisa jadi sudah bayar malah gak berangkat. Kayak First Travel ini kasusnya.

4. Jadwal keberangkatan harus pasti

Urusan haji memang ada kuotanya, karena itu menyangkut urusan visa. Kalau kamu dipaksa menunggu satu atau dua tahun untuk umrah, itu gak wajar.

Jika pihak travel juga gak bisa memastikan kapan keberangkatanmu, bisa jadi mereka travel abal-abal. Karena jadwal keberangkatan haji para jamaah yang pergi lewat travel juga sudah diatur sama Kemenag.

5. Cek fasilitas yang diberikan secara detail

Jangan sampai kecolongan masalah ini, meski ditulis bakal menginap di hotel A, tiket pesawat PP, jadwal tur dan makan kapan saja, kamu tetap harus mengonfirmasi ulang ya! Pastikan saja bahwa mereka berkomitmen sama apa yang mereka janjikan kepadamu.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id