5 Aset yang Berpotensi Hilang karena Perceraian

Kata orang, kalau sudah siap menikah berarti harus siap juga menghadapi perceraian. Konyol memang, namun orang siap menikah ya sudah seharusnya pula siap mencegah perceraian.

Sebab, ketika bercerai, bukan hanya pasangan yang akan hilang. Sederet hal lainnya juga akan menguap seketika seperti bensin yang tumpah di jalan.

Konyol tentunya kalau pasangan yang sebelumnya diperjuangkan itu mesti lenyap dari dekapan. Gak ingat dulu mesti bohongin orangtua mengaku belajar kelompok ternyata pacaran di mal?

Apa dulu ketika mesti makan dua kali sehari selama seminggu hanya untuk bisa menonton di bioskop dan dinner pas malam minggu? Pengorbanannya berat, lho!

Sebagai pasangan suami-istri, seharusnya sama-sama mengerti akan hal itu. Kalau itu gak cukup buat mencegah bercerai, lihat nih daftar aset yang berpotensi hilang ketika kamu bercerai. Sudah siap kehilangan hal-hal ini?

1. Rumah hilang akibat perceraian

Rumah sebagai hasil usaha bersama pasti jadi rebutan. Solusi akhir biasanya rumah dijual dan hasilnya dibagi dua.

Hanya saja bisa beda jika rumah itu dibeli salah satu dari suami atau istri dan sertifikatnya atas nama dia. Rumah akan jadi miliknya, sementara pasangan gak mendapat apa-apa.

2. Kendaraan

Nasib aset ini serupa dengan rumah. Kalau dibeli dari patungan berdua, kendaraan akan dibagi dua. Tapi bisa juga kendaraan ini jadi milik salah satu pihak saja.

Itu terjadi kalau kendaraan dibeli sebelum pernikahan atau kendaraan direlakan jadi milik pasangan karena dirasa lebih membutuhkan. Semuanya tergantung negosiasi.

3. Uang di rekening bersama

Ini mungkin bisa menyesakkan untuk pasangan suami-istri yang salah satunya tinggal di rumah. Uang di rekening bersama akan dibagi dua sama besar setelah bercerai.

Bila suami di rumah sementara istri kerja, misalnya, uang gaji sang istri tetap harus dibagi dua untuk suami. Begitu pula sebaliknya.

Jika keduanya bekerja namun gaji salah satunya lebih besar, aturan yang sama berlaku. Total duit di rekening akan dibagi dua dengan porsi sama besar.

4. Investasi

Saat berumah tangga, investasi yang dilakukan berdua dinikmati bersama. Begitu bercerai, investasi mesti disetop lantaran gak ada hubungan lagi di antara keduanya.

Artinya, kesempatan untuk meraih tambahan pendapatan dari investasi pun sirna. Coba gimana bila sebelumnya punya pendapatan pasif dari investasi indekos, lalu tiba-tiba dana tambahan itu gak lagi bisa digunakan.

Bahkan mungkin dulu punya saham berlembar-lembar bersama pasangan di perusahaan yang kinerjanya oke, kini hanya punya sedikit saham karena dibagi dua. Harta jelas berkurang banyak.

5. Hak asuh anak

Ini nih yang paling krusial. Buat angkatan 90-an, pasti tahu ungkapan ini: harta yang paling berharga adalah keluarga. Gak usah sambil menyanyi tetapi dibacanya ya!

Sepenggal lirik dari lagu latar “Keluarga Cemara” itu akan sangat terasa ketika kamu bercerai. Sebab, hak asuh anak berpotensi hilang.

Gak perlu dijelaskan lagi tentu bagaimana rasanya kehilangan anak. Dunia bakal seperti runtuh saat tahu anak gak mudah lagi dipeluk dan disayang.

Itulah sederet aset yang berpotensi hilang ketika kamu bercerai. Tapi ini berlaku hanya jika sebelumnya gak bikin perjanjian pranikah atau prenuptial agreement.

Perjanjian pranikah adalah kesepakatan calon mempelai soal aset-aset yang dimiliki dan dibagi ketika bercerai. Misalnya dalam perjanjian diatur bahwa harta dipisah antara suami dan istri.

Saat bercerai, ya harta istri tetap jadi milik istri. Begitu juga sebaliknya. Misalnya istri beli mobil dari gaji sendiri dan atas namanya. Saat bercerai, mobil itu tetap jadi miliknya.

Bercerai adalah hal yang amat merugikan buat keluarga. Makanya, jangan sampai bercerai deh. Itu artinya, jangan coba-coba melakukan sesuatu yang berpotensi menimbulkan perceraian.

Tebar pesona di grup alumni kampus, misalnya. Nanti ada mantan yang kecantol dan bikin rumit hubungan keluarga, baru deh menyesal!


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id