Ini Tips Bagi Hasil untuk Bisnis Patungan, Aturan dan Penjelasannya

Dalam berbisnis salah satu kendala awal adalah terkait permodalan. Kalau gak ingin membangun usaha dengan modal utang bank, solusinya adalah lakukan saja usaha dengan modal patungan bersama rekan bisnis yang kamu percaya. Jika ini terjadi, bagaimana dengan skema pembagian keuntungan usaha nantinya?

Mike Moyer, salah seorang penulis bisnis ternama memiliki ide menarik tentang pembagian hasil bisnis patungan yang adil.

Selama ini, pembagian keuntungan seringkali didasarkan pada jumlah modal yang disetor oleh masing-masing peserta usaha patungan.

Padahal dalam praktiknya, aktivitas usaha tidak hanya butuh modal saja, tapi juga butuh waktu dan keahlian serta pengalaman dari pemilik modal.

Hal ini yang membuat skema pembagian keuntungan dengan sistem pembagian dengan porsi yang tetap (fixed equity split) dirasa kurang adil hingga muncul skema baru dari Moyer yang dikenal dengan istilah teori porsi saham dinamis (dynamic equity split).

Berikut ini ulasan perbedaan mendasar dari kedua sistem tersebut.

Usaha Patungan dengan Sistem Porsi yang Tetap (Fixed Equity Split)

Sistem porsi yang tetap (fixed equity split) biasa terjadi untuk usaha baru bukan dalam bentuk Perseroan Terbatas (PT). Contoh praktisnya sebagai berikut:

Annas dan Armanto sepakat membentuk usaha patungan bersama dengan komposisi modal awal dan pembagian keuntungan sebagai berikut:

  • Modal awal Annas sebesar Rp 350 juta
  • Modal awal Armanto Rp 150 juta.
  • Perhitungan porsi bagi hasil dari usaha patungan tersebut adalah Annas 30% dan Armanto 70%.
  • Komposisi ini sifatnya akan tetap selama bisnis patungan tersebut berjalan (hingga terjadi perubahan komposisi kepemilikan, misal Annas menjual porsi bagiannya ke Armanto atau ke orang lain).

Seiring berjalannya waktu, Annas mendapatkan peluang bisnis baru dan kemudian menjalankan bisnis barunya tersebut hingga membuat Armanto harus mengerjakan porsi pekerjaan Annas (beban bertambah) sedangkan porsi bagi hasil tetap.

Dengan skema tersebut misalnya dalam perjalanan waktu usaha tersebut membukukan keuntungan Rp 100 juta, maka Annas akan mendapatkan porsi keuntungan Rp 70 juta sedangkan Armanto Rp 30 juta, tanpa membedakan siapa yang bekerja full time dan part time.

Usaha Patungan dengan Sistem Porsi Saham Dinamis (Dynamic Equity Split)

Sistem porsi saham dinamis (dynamic equity split) seperti tertuang dalam buku yang berjudul “Slicing Fee – Funding Your Company without Money” memberikan porsi kinerja dan kehalian sebagai parameter pembagian keuntungan.

Secara rinci bagi hasil bisnis disesuaikan dengan kontribusi masing-masing pemilik (founder) seperti waktu, modal usaha, lisensi, paten, kemampuan dan lainnya.

Contoh praktisnya sebagai berikut:

Yani dan Jean mulai membangun sebuah bisnis patungan di bidang properti. Sistem porsi saham dinamis (dynamic equity split) sesuai dengan kesepakatan keduanya menggunakan dua variabel untuk berbagi keuntungan yaitu waktu dan modal setor awal. Kondisi yang terjadi sebagai berikut:

  • Yani memiliki kenalan atau network yang cukup luas di bidang properti dan sejumlah dana.
  • Jane memiliki kemampuan untuk melakukan manajemen dan keuangan.
  • Sesuai kesepakatan awal, keahlian mereka dihargai dengan perhitungan satu jam kerja Yani dihargai Rp 250.000 (karena lebih berpengalaman di bidang properti), sedangkan satu jam kerja Jane dihargai Rp 100.000 per jam (karena Jane tidak memiliki pengalaman di bidang properti sebelumnya).
  • Di awal usaha Yani menyertakan modal sebesar Rp 350 juta dan Jane sebesar Rp 150 juta

Usaha kedua orang tersebut berjalan dalam satu periode yang ditentukan bersama, dengan kontribusi seperti pada tabel berikut:

Nama Modal Awal Jam Kerja Total Kontribusi
Jam/bulan Rp/jam Rp/bulan Rupiah %
Yani   350.000.000 160 250000   40.000.000   390.000.000 70%
Jane   150.000.000 160 100000   16.000.000   166.000.000 30%
  500.000.000   56.000.000   556.000.000 100%

Dalam periode tersebut terdapat catatan usaha sebagai berikut:

  • Laba perusahaan patungan tersebut adalah Rp 100 juta
  • Yani dan Jane setuju 50% keuntungan perusahaan digunakan untuk modal kerja, sisanya dibagikan sesuai dengan porsinya masing-masing.

Jika menggunakan sistem porsi saham dinamis (dynamic equity split), maka pembagian keuntungan yang didapat sebagai berikut:

  • Yani mendapatkan keuntungan (70% x 50.000.000) = Rp 35.000.000
  • Jane mendapatkan keuntungan (30% x 50.000.000) = Rp 15.000.000

Dalam perjalanan waktu, usaha patungan seringkali merupakan sampingan dari pemiliknya sehingga bisa saja suatu saat salah satu pemilik misalnya Yani mendapat ide bisnis lain dan meninggalkan bisnis patungan dan menjadi pemodal pasif saja.

Jika kondisi seperti ini terjadi, maka perhitungan proporsi keuntungan kedua pemilik usaha tersebut menjadi sebagai berikut:

Nama Modal Awal Jam Kerja Total Kontribusi
Jam/bulan Rp/jam Rp/bulan Rupiah %
Yani   350.000.000 0   250.000                      –   350.000.000 68%
Jean   150.000.000 160   100.000   16.000.000   166.000.000 32%
  500.000.000   16.000.000   516.000.000 100%

Dalam periode tersebut terdapat catatan usaha sebagai berikut:

  • Laba perusahaan patungan tersebut adalah Rp 100 juta
  • Yani dan Jean setuju 50% keuntungan perusahaan digunakan untuk modal kerja, sisanya dibagikan sesuai dengan porsinya masing-masing.

Jika menggunakan sistem porsi saham dinamis (dynamic equity split), maka pembagian keuntungan yang didapat sebagai berikut:

  • Yani mendapatkan keuntungan (68% x 50.000.000) = Rp 34.000.000
  • Jane mendapatkan keuntungan (32% x 50.000.000) = Rp 16.000.000.

Ada beberapa hal yang perlu diketahui terkait penggunaan kedua metode tersebut seperti berikut ini:

  • Metode porsi saham dinamis (dynamic equity split)  cocok digunakan untuk usaha yang baru dimulai sebagai solusi alternatif permodalan selain hutang ke bank. Usaha masih bersifat perorangan dan belum berbadan hukum.
  • Apabila perusahaan sudah berbadan hukum PT, peraturan pembagian hasil disesuaikan dengan aturan PT yang berlaku di Indonesia. UU 40 tahun 2007.

Pilih Jenis Permodalan yang Tepat dan Menguntungkan

Dalam menjalankan usaha, masalah permodalan harus diberikan perhatian khusus. Modal usaha untuk perusahaan baru jangan sampai menggunakan dana hutang dari bank. Solusi alternatif adalah menggunakan dana patungan.

Bagi yang tidak mau repot, umumnya orang menggunakan metode porsi saham yang tetap (fixed equity split). Namun jika ingin lebih adil dalam menjalankan usaha, metode yang baru disebut dengan teori porsi saham dinamis (dynamic equity split) bisa jadi alternatif yang baik.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id