10 Fakta Gak Terduga tentang Vokalis Linkin Park Chester Bennington

Berita duka kembali menyelimuti dunia musik. Kali ini vokalis grup band Linkin Park, Chester Bennington, mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Bennington diketahui tewas akibat gantung diri di kediamannya di Palos Verdes Estates di Los Angeles, Amerika Serikat pada Kamis (20/7/2017). Sebelum meninggal dunia, Bennington diketahui memiliki masalah dengan obat-obatan dan kecanduan alkohol.

Grup band tempat Chester Bennington bernaung, Linkin Park, adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat. Inilah 10 fakta perjalanan hidup Chester Bennington seperti dirangkum oleh UrbanLife.id dari berbagai sumber.

1. Chester Bennington sebelumnya sudah pernah memikirkan untuk bunuh diri

Rencana bunuh diri Bennington diduga sudah dipikirkannya sejak tahun 2009. Saat itu, dia sedang melakukan wawancara dengan sebuah media berita.

Dari situlah dia mengungkapkan bahwa dia ingin bunuh diri setelah pernikahan pertamanya. Dia merasa terbebani dengan pekerjaan yang harus dijalaninya.

Dia merasa tak nyaman tinggal di rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menenggak alkohol. Menurutnya eksistensinya saat itu sangat mengerikan. Sampai-sampai dia berucap ingin mati saja rasanya.

2. Dia menderita depresi

Awal tahun ini, Linkin Park merilis single “Heavy” dari album terbaru mereka. Usut punya usut, lirik lagu yang mereka lantunkan tersebut ternyata sebagian besar mengisyaratkan depresi mendalam.

Saat mempromosikan album baru, Bennington dan rekannya, Mike Shinoda melakukan wawancara lagi untuk kesekian kalinya.

Dari sinilah Bennington membahas mengenai kehidupannya yang penuh dengan depresi. Dia merasa hidupnya aneh dan sulit.

Bahkan, situasi depresi tersebut sangat sulit untuk diatasi. Sayangnya, dia tidak menjelaskan secara spesifik depresi macam apa yang dia alami.

3. Dirinya berjuang untuk lepas dari kecanduan narkoba dan alkohol

Sambil mempromosikan proyek sampingan barunya bertajuk Dead by Sunrise pada tahun 2009, Bennington mengungkapkan masa lalunya yang gelap.

Dia selalu bergelut dengan narkoba dan alkohol. Dalam sebuah wawancara dengan Noisecreep, Bennington mengatakan bahwa saat menulis album untuk Dead by Sunrise, kehidupannya bisa dibilang sangat berantakan.

Di sisi lain, dia bangga dengan kesuksesannya, namun dia merasa resah karena kecanduan dengan barang-barang terlarang tersebut.

4. Mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya

Bennington juga pernah bercerita bahwa dirinya mengalami pelecehan seksual saat berusia tujuh tahun. Pelakunya adalah temannya sendiri yang berusia lebih tua darinya.

Dia sangat tertekan dengan pelecehan tersebut dan mengungkapkan bahwa itu adalah hal tergila yang pernah dia rasakan.

Akibat pelecehan tersebut, dia sempat memilih untuk berdiam diri dan menjauh dari orang-orang di sekitarnya.

5. Bunuh diri di hari ulang tahun mendiang sahabatnya

Awal tahun ini, vokalis Audioslave, Chris Cornell juga melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri.

Cornell dan Bennington sendiri merupakan sahabat baik sejak lama. Namun, entah kenapa Chester Bennington memilih untuk bunuh diri dengan cara yang sama dengan rekannya ini.

Setelah kematian Chris, Linkin Park membawakan lagu yang mereka dedikasikan untuknya. Selain itu, Bennington juga menulis sebuah surat yang menyentuh di akun Twitter.

Isinya dia merasa sangat kehilangan sahabat terbaiknya. Siapa yang menyangka bahwa hari ulang tahun Chris, yaitu 20 Juli 2017 ternyata menjadi hari kematian dari Bennington. Apakah ini sebuah kebetulan?

6. Masa kecil hidup di keluarga yang kurang bahagia

Chester Bennington lahir pada tanggal 20 Maret 1976, di Phoenix. Dia merupakan anak bungsu dari empat bersaudara.

Ibunya adalah seorang perawat dan ayahnya seorang detektif. Bennington kerap kali menggambarkan masa kecilnya sebagai sosok yang tidak bahagia. Orang tuanya bercerai ketika dia berusia 11 tahun.

7. Sebetulnya dia sudah punya istri dan anak yang baik yang membuatnya lupa dengan “masa lalunya”

Kehidupan keluarga Bennington sebetulnya juga cukup normal. Dia memiliki komitmen yang baik pada istrinya, Talinda Ann Bentley dan keenam anaknya.

Berkat itu pula dia tampaknya telah berpaling dengan masa lalunya yang sarat akan penyalahgunaan narkoba. Sayangnya, itu saja belum cukup untuk membuat hidupnya tenang.

Perasaan depresi dan sakit hatinya masih ada. Itulah yang diduga memicunya untuk bertindak nekat dengan mengakhiri hidup di tali gantungan.

8. Sejak kecil tertarik dengan bidang musik

Pria yang yang mengaku terispirasi dari Depeche Mode dan Stone Temple Pilots ini tertarik dengan bidang musik sejak kecil. Chester mengawali karier musiknya dengan bergabung bersama Sean Dowdell and His Friends sebagai vokalis.

Jeff Blue wakil pimpinan A&R di Zomba Music Los Angeles, menawarkan audisi sebagai vokalis untuk sebuah band bernama Xero yang kemudian dirubah namanya menjadi Linkin Park.

Pada 24 Oktober 2000, Linkin Park merilis album pertama mereka bertajuk Hybrid Theory dan Chester Bennington mengisi posisi vokalis di Linkin Park bersama Mike Shinoda.

9. Sempat menulis sebuah surat untuk mendiang Chris Cornell

Chester Bennington sempat menuliskan sebuah surat pada mendiang sahabatnya Chris Cornell sebelum meninggal dunia. Semasa hidupnya, ia memang berhubungan dekat dengan mendiang vokalis Audioslave dan Soundgarden itu.

Dalam surat yang diunggahnya di akun Twitternya pada 18 Mei itu, Chester mengaku Cornell telah memberinya banyak inspirasi yang bahkan tak disadari Cornell.

Dia lantas memuji sahabatnya itu, suara, talenta, sikapnya, semuanya. Sang sahabat telah membantunya untuk memahami berbagai hal dalam hidup.

10. Meninggal saat Linkin Park rilis video klip baru

Beberapa saat setelah perilisan video klip bertajuk “Talking To Myself”, kabar kematian Chester menjadi viral.

Yup, meninggalnya Chester ternyata bertepatan dengan perilisan video klip terbaru Linkin Park di channel YouTube tepatnya satu jam setelahnya.

Dalam video klip yang dirilis pada tanggal 20 Juli 2017 itu, masih terlihat sosok Chester dalam lagu tersebut.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Liquid Likwid E Juice. Coba varian rasa terbaru BLAST!! Choco Mint® persembahan dari Liquid Likwid E Juice. A refreshing chocolate on a sunny day!

© 2017 Urbanlife.id