Mau “Resign” dan Buka Usaha Sendiri? Ini Tanda-tandanya Kalau Kamu Memang Sudah Siap…

Modal sudah terkumpul, ide brilian pun sudah dijadikan konsep. Keinginanmu untuk resign dan memiliki usaha sendiri pun semakin menggebu-gebu dan jalan kesana semakin lama semakin terbuka. Apakah ini saat yang tepat untuk menyerahkan surat pengunduran dirimu sebagai karyawan?

Jangan terburu-buru! Sebelum memutuskan, pastikan dulu bahwa melepas stabilitas finansialmu sebagai karyawan akan jadi keputusan terbaik dalam hidupmu.

Bukan justru keputusan yang akhirnya hanya akan kamu sesali karena kurangnya persiapan atau pemilihan waktu yang tidak tepat.

Nah, untuk memantapkan jalanmu, sebelum benar-benar lakukan resign, kita harus tahu strategi dan langkah-langkah yang untuk meminimalisir kegagalan.

Apalagi bagi yang sudah belasan bahkan puluhan tahun menjadi karyawan. Ada proses adaptasi yang harus dilakukan.

Misalnya, dari yang biasanya bekerja dari jam 8 sampai jam 5, kini bisa bekerja tak kenal waktu. Dari yang biasanya stabil, kini menghadapi situasi penuh risiko dan tantangan.

Selain kesiapan mental, tentu saja kita juga harus siap secara finansial. Karena ada tanda kita mesti resign kerja, apalgi untuk jadi pebisnis? Namun, hal berikut ini yang mesti diketahui.

Sudah punya ide bisnis unik sebelum akan resign

Sesuatu yang musiman bisa bertahan lama, bisa juga tidak. Biasanya awalnya karena orang-orang penasaran, tapi kemudian tidak lagi membeli karena bosan atau produk tidak sesuai ekspektasi. Hal ini menjadi catatan penting agar pebisnis terus berinovasi.

Bisnis hijab misalnya. Model hijab cepat sekali berubah. Akhir tahun lalu hijan instan dengan banyak layers banyak diminati. Namun kini gaya simpel dengan menggunakan hijab tidak mudah kusut seperti bahan organza banyak diburu.

Selain mengikuti permintaan pasar, bukan tidak mungkin juga kalau kita menciptakan selera pasar dengan menjadi trendsetter.

Menguasai strategi marketing di media sosial

Berapapun usia kamu, kalau ingin berbisnis, media sosial merupakan satu hal yang harus dikuasai di era digital ini.

Bukan hanya sekedar bikin posts produk di media sosial, tapi juga belajar promote akun, masalah layout foto dan lain-lain. Kalau bisa, buat produk menjadi viral.

Sesuatu yang viral akan banyak membuat orang penasaran.

Siapkan biaya hidup

Bisnis yang dirintis mungkin tidak langsung menjadi sukses. Untuk itu, kita harus mempersiapkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Misalnya jika kemungkinan balik modal adalah setelah enam bulan berbisnis, maka kita harus punya dana darurat sebesar enam bulan biaya hidup. Dana darurat ini harus disiplin dikumpulkan selama masih jadi karyawan.

Modal usaha

Ketersediaan modal turut mempengerahui besar dan kecilnya bisnis yang akan kita jalani. Kalau ingin berbisnis kecil-kecilan, mungkin modal dari hasil tabungan pun sudah cukup.

Kalau ingin punya bisnis besar yang mengharuskan kita punya alat produksi yang mahal, mungkin kita butuh bantuan modal usaha.

Disiplin diri

Saat menjadi entrepreneur, mungkin yang terbayang dalam benak banyak orang adalah enaknya punya banyak waktu senggang, bebas ambil cuti kapan saja atau tidak usah terjebak macet berjam-jam karena bekerja dari rumah.

Tapi pada kenyataannya, kita harus rela begadang demi membalas chat yang masuk, biaya listrik membengkak untuk operasional dan sulit punya waktu senggang.

Belum lagi segala fasilitas seperti tunjangan komunikasi dan asuransi yang dulu didapatkan dari kantor kini harus ditanggung sendiri.

Oleh karenanya, kita harus punya disiplin diri. Mulai dari mengelola modal, mengelola cash flow, sampai menahan emosi saat menghadapi pelanggan yang mengesalkan. Sudah siap?


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id