Facebook Spaces: Pesaing Baru Tempat Nongkrong Virtual yang Akan “Mematikan” Smartphones

Facebook baru saja meluncurkan Facebook Spaces, yakni sebuah media sosial yang dikembangkan khusus untuk virtual reality (VR). Ini adalah produk ambisius Facebook yang bertujuan mengombinasikan interaksi sosial dengan lingkungan virtual 3D.

Sang pendiri Facebook sendiri, Mark Zuckerberg, menyatakan bahwa lahirnya produk ini akan menandai era baru dalam cara berkomunikasi yang dapat “mematikan” smartphones dan televisi. Bisa diartikan, Spaces merupakan tempat “nongkrong” atau berkumpul para pengguna di dunia VR.

Meskipun nantinya setiap karakter atau avatar pengguna bisa duduk bersama dalam sebuah ruang virtual untuk menjalankan berbagai aktivitas, sayangnya saat ini Facebook Spaces masih dalam bentuk beta dan dirancang agar bisa diakses menggunakan headset Oculus Rift + Touch. Pengguna membutuhkan headset Oculus dan ekosistemnya untuk bisa merasakan interaksi sosial 3D itu.

“Pemilik Oculus Rift cukup menghubungkan perangkatnya dengan akun Facebook untuk bisa masuk ke Spaces,” papar Kurniawan Santoso, Client Partner untuk Global Sales Operation Facebook Indonesia, saat ditemui oleh UrbanLife.id dalam acara How Facebook Connects the World yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya di Kampus BSD, Tangerang Selatan.

Begitu ada di dalam Spaces, pengguna akan masuk ke dalam ruang virtual dan menemukan avatar miliknya. Avatar tersebut bisa bersuara dan memperlihatkan gestur untuk berkomunikasi dengan avatar lain, jelas Kurniawan.

Ruang virtual dalam Spaces bisa menampung maksimal empat orang teman. Selain mengobrol, masing-masing avatar di dalamnya juga bisa menggambar, menonton video 360, melakukan panggilan video menggunakan Messenger, dan memotret selfie virtual.

Hal paling menarik dari media sosial VR ini adalah Facebook berencana merilisnya untuk berbagai platform lain.

“Artinya di masa yang akan datang, bukan cuma pemilik Oculus Rift saja yang bisa mengakses Facebook Spaces ini. Pemilik headset VR merek lain pun akan bisa mengaksesnya,” tambah Kurniawan.

Menurut lelaki kelahiran Surabaya, 37 tahun lalu dan pehobi olahraga basket ini, produk perusahaan baru atau startups layaknya Facebook ini dapat dengan cepat menuai sukses yang sangat besar di negara berkembang seperti Indonesia karena mereka bersedia mengembangkan dan menyesuaikan dirinya dengan perkembangan teknologi dan perubahan consumer behavior.

“Berhasilnya mereka untuk survive dan bersaing di kancah regional maupun global karena kebersediaannya menerapkan teknologi digital,” kata sarjana ekonomi lulusan Universitas Indonesia tahun 2002 itu.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Megakarya Propertyndo.

© 2017 Urbanlife.id