10 Fakta Menarik soal Michael Essien: Pemain Sepak Bola Dunia yang Melanjutkan Kariernya di Indonesia

Resmi bergabungnya Michael Essien dengan Persib Bandung, memang menjadi hal yang cukup mengejutkan bagi pecinta sepakbola di Indonesia.

Soalnya, pemain asal Ghana itu, pernah memperkuat klub elit Eropa, diantaranya ialah Chelsea, AC Milan, dan Real Madrid. Michael Essien juga merupakan skuad timnas Ghana pada Piala Dunia 2006 dan 2014.

Kedatangan pemain asal Ghana tersebut diharapkan mampu tingkatkan atmosfir positif di sepak bola tanah air.

Untuk mengenal lebih jauh sosok Michael Essien, berikut kami hadirkan tujuh fakta menarik tentangnya.

1. Michael Essien nyaris dikontrak MU

Mengawali karier internasional sebagai salah satu bintang lapangan hijau di ajang Piala Dunia U-17 di Selandia Baru pada 1999 silam, pesepakbola kelahiran 3 Desember 1982 itu langsung dilirik oleh  banyak pencari bakat sepak bola Eropa.

Selang setahun kemduian, pada 2000, Essien sempat menjalani uji coba dengan klub Manchester United (MU) dan berhasil menarik hati klub berjuluk Setan Merah itu.

Sayang, tawaran kontrak untuk bermain di MU terhalang oleh masalah visa. Akibatnya, Essien memilih untuk merumput terlebih dahulu di klub Royal Antwerp di Beligia, baru kemudian bermanuver di banyak klub sepak bola Eropa, seperti di Batsia, Olympic Lyonnasi, Chelsea, Real Madrid, dan AC Milan.

2. Berasal dari keluarga pesepakbola

Sang ayah, James Essien, pernah merumput membela tim nasional Pantai Gading di masa mudanya, sebelum kemudian pindah ke Ghana dan membina keluarga di sana.

Kakak laki-laki Essien juga sempat berprofesi sebagai pesepakbola, namun sayang cidera berat yang menimpanya membuatnya pensiun dini dari lapangan hijau.

3. Dijuluki sebagai Bison

Di luar lapangan, Essien dikenal sebagai pribadi yang pemalu. Namun tidak jika sedang mengolah si kulit bundar. Essien memiliki kekuatan serta kecepatan yang mengagumkan saat menggiring bola.

Ia juga dikenal luas memiliki kemampuan tackling yang ‘mengerikan’ di mata lawan, sehingga pencinta sepak bola pun menjulukinya sebagai bison, yakni hewan pendiam yang berubah membahayakan ketika agresif.

4. Memiliki dwi-kewarganegaraan

Perjalanan karier sepak bolanya di Prancis selama lima tahun, yakni di klub Bastia (2001-2003) dan klub Olympique Lyonnais (2003-2005), membuahkan stattus kewarganegaraan setempat.

Bahkan, performa mengagumkan yang ditunjukkan Essien saat membela  Olympique Lyonnais berhasil mengantarkan dirinya meraih gelar Pemain Terbaik dari Persatuan Sepak Bola Nasional Prancis (UNFP).

Essien juga pernah berhasil membawa Lyon mencapai babak perempat final pada Piala UEFA 2004/2005 berkat total lima gol yang dihasilkannya.

5. Pesepakbola Afrika pertama peraih gelar pemain terbaik di klub Chelsea

Pada 15 Mei 2007 silam, para penggemar klub Chelsea kompak menunjuk Essien sebagai Pemain Terbaik selama merumput di musim kompetisi 2006/2007.

Masih di musim yang sama, gol terakhirnya yang mampu menyeimbangkan skor dengan Arsenal juga disebut sebagai gol terbaik klub berjuluk The Blues kala itu.

6. Nomor punggung lima sebagai angka keberuntungan Michael Essien

Bersama Maung Bandung, julukan Persib, Essien akan mengenakan nomor punggung 5. Bisa dikatakan angka 5 menjadi nomor keramat bagi pemain asal Ghana tersebut.

Gimana gak, Essien merasakan kejayaan di tanah Eropa dengan mengenakan nomor kostum 5 bersama Chelsea. Bersama Chelsea, Essien meraih gelar Liga Primer pada musim pertamanya. Empat tahun berselang, gelar kedua dirasakan bersama pelatih Carlo Ancelotti.

Empat trofi Piala FA, satu gelar Piala Liga, satu Community Shield dan Liga Champions merupakan gelar lain yang diraih Essien bersama The Blues.

7. Dikontrak oleh Persib dengan nilai fantastis

Gelandang berusia 34 itu disebut menerima nilai kontrak sekitar Rp 9 miliar untuk masa kontrak setahun. Menurut Direktu Keuangan PT Persib Bandung Bermartabat, Teddy Tjahyono, durasi kontrak setahun tersebut masih memiliki peluang untuk diperpanjang.

8. Sosok yang dermawan

Michael Essien cukup sering menyelenggarakan pertandingan ekshibisi yang bertujuan menggalang dana untuk kegiatan sosial. Ia sendiri memiliki yayasan bernama Michael Essien Foundation.

Sebagai contoh, Essien sempat menggagas pertandingan bertajuk Games of Inspiration and Hope di Sports Stadium, Accra, 25 Mei 2011.

Semua pemasukan dari laga yang mengadu tim Africa XI dan Rest World XI tersebut disumbangkan untuk anak-anak Afrika korban perang saudara dan kelaparan.

9. Aktif di media sosial

Fans adalah segalanya bagi Michael Essien. Untuk bisa tetap berkomunikasi dengan penggemarnya, sang gelandang menggunakan media sosial.

Essien rajin menginformasikan kegiatan dan perkembangan dirinya melalui Twitter. Hingga saat ini, ia memiliki 587.000 pengikut.

10. Gak akur dengan ayahnya

Hubungan Essien dengan ayahnya, James Essien, kurang harmonis. Ia sempat dituduh mengabaikan sang bapak.

Dalam sebuah wawancara dengan media Ghana, James mengungkapkan bahwa dirinya dibiarkan tinggal di rumah tak layak huni. Hal itu langsung dibantah oleh Essien.

“Saya menangis saat mendengar sebuah kebohongan yang keji dari ayah saya setelah apa yang sudah saya berikan selama ini,” kata Essien dikutip Daily Mail pada 2010.

James bercerai dengan ibu Essien, Aba. Penyebab perpisahan itu dikarenakan James memiliki tiga istri lain.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Hutama Persada Jaya Mandiri.

© 2017 Urbanlife.id