Mau Beli Apartemen untuk Investasi, Yuk Simak Tips dari Jakarta Pavilion Berikut Ini!

Menurut pengembang besar, seperti Megakarya Propertyndo — developer properti Jakarta Pavilion Apartment — setidaknya terdapat dua alasan mengapa seseorang berinvestasi. Pertama, adalah menginginkan kenaikan modal, kedua mencari penghasilan pasif sebagai penghasilan tambahan.

Sesuai dengan tujuannya, investasi memiliki proyeksi jangka panjang. Bagi kamu yang belum berusia 40 tahun, sebaiknya jeli memilih produk poperti yang memberikan kenaikan modal secara agresif. Salah satu produk properti yang terbilang agresif adalah apartemen.

Mengingat tingginya harga lahan di Jakarta dan terbatasnya lahan untuk hunian, ternyata apartemen bisa menjadi pilihan hunian masa kini. Masyarakat produktif lebih mempertimbangkan akses transportasi, fasilitas dan yang paling penting peluang investasi.

Pendapat senada juga diutarakan olehAhmad Siddiq, Chief Executive Officer (CEO) Jakarta Pavilion Apartment di Cibinong yang melihat peluang menarik yang dapat menyerap pasar apartemen di daerah pinggir Jakarta.

Namun menurutnya, kendati berpeluang baik, masyarakat harus pintar dan cerdik melihat potensi apartemen itu sendiri.

“Tak hanya melihat kondisi dan situasi saat ini yang masih dalam pengembangan, tetapi juga dengan melihat masa depan dari daerah itu sendiri,” jelas Siddiq saat di temui di kantornya di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Siddiq menjelaskan hal ini terutama untuk menganggapi komentar warga sebelumnya yang dimuat media massa lokal bogorOnline yang mengutip sumber anonimus tanpa dasar.

“Liat saja jalan masuk ke rumah kami saja rusak. Bagaimanan kalau sudah berjalan pembangunan apartemen itu,” kata salah satu warga dikutip dari laman Bogoronline.com, Senin (30/1/2016).

Menurut Siddiq, pembeli harus mempertimbangkan lima hal untuk mendukung tujuan investasi apartemen, yaitu:

Lokasi strategis seperti yang dimiliki oleh Jakarta Pavilion Apartment

Mempertimbangkan faktor lokasi adalah hal mutlak bila Anda menginginkan keuntungan. Namun pertanyaanya, lokasi yang seperti apa yang bisa memberikan keuntungan?

“Bagi pengembang, memilih lokasi membangun apartemen haruslah memiliki penilaian sunrise property. Pertimbangan ini jugalah yang akan menguntungkan pembeli yang hendak berinvestasi,” kata Siddiq.

Kategori sunrise property cukup beragam. Ada yang menganggap lokasi sunrises properti dekat dengan pembangunan infrastruktur. Namun ada juga yang mengamini jarak menuju pusat bisnis adalah indikator utama.

Menurut Siddiq, kategori sunrise property adalah lokasi yang memiliki akses jalan yang sudah ada. Selain itu, kedekatan dengan pusat bisnis atau industri yang sedang mengalami kemajuan.

“Secara keseluruhan, lokasi menentukan pangsa pasar yang diinginkan dan besaran keuntungan yang hendak diraih,” paparnya.

Cibinong adalah salah satu lokasi sunrise property. Tepatnya di sepanjang Jalan Bogor-Jakarta. Jalan ini menjadi penghubung Jakarta dengan Kota Depok dan Kabupaten Bogor.

Siddiq juga menambahkan, selain menjadi jalan penghubung ada dua alasan mengapa lokasi ini dikatakan sunrise property.

“Lokasi ini cukup dekat dengan Jalan TB. Simatupang, di mana sepanjang jalan tersebut terdapat perkantoran baik nasional maupun multinasional. Harga tanah di kawasan tersebut juga sudah terlampau tinggi, bisa mencapai lebih Rp 20 juta meter persegi. Kedua, di Jalan Bogor-Jakarta juga terdapat lebih dari 90 perusahaan asing yang membutuhkan hunian yang dekat dengan tempat bekerja,” jelas Siddiq.

Dari paparan tersebut, pembeli bisa meraba keuntungan yang didapat. Jakarta Pavilion Apartment ini sudah mensurvei, untuk level pekerja top management, gaji ditaksir lebih dari Rp 7 juta. Dimana kategori pekerja bukan lagi lokasi tetapi sudah tenaga kerja asing seperti China, Korea, dan Jepang.

Harga sewa di sekitar juga bisa mencapai Rp 3 juta – Rp 6 juta per bulan sesuai dengan tipe unit dan furnish ruangan.

“Hal lain yang juga menarik adalah, di sepanjang jalan ini belum ada kompetitor lain yang menawarkan fasilitas yang serupa. Artinya, pembeli juga harus melihat peluang kompetitor. Kalau bisa terdapat sedikit kompetitor, atau bahkan tidak ada kompetitor sama sekali,” pesannya.

Kenaikan harga

Faktor kedua yang harus diperhatikan adalah mengenai kenaikan harga. Pembeli wajib mengetahui kapan apartemen tersebut dimulai dibangun, dan kisaran harga awal hingga sampai waktu pembeli berkunjung ke apartemen tersebut.

Siddiq mencoba menerangkan kenaikan yang signifikan terjadi pada Jakarta Pavilion Apartment dimana pada awal peluncuran 2016, unit 1 bedroom dibanderol sebesar Rp 160 juta. Pada tahun 2017 semester satu mengalami kenaikan hingga 100% menjadi Rp 300 juta.

“Di tower pertama, unit kami sudah habis terjual, dan kebanyakan dari penghuni berencana menyewakan kembali dengan harga Rp 3 juta per bulan. Dari sana, bila dihitung berdasarkan return on investment bisa mencapai 64% dengan asumsi harga sewa flat selama 2 tahun. Padahal, sebenarnya harga sewa juga bisa naik seiring pertumbuhan ekonomi global,”kata Siddiq.

Jadi, pertimbangkan dari kenaikan harga yang terjadi dan hitung sesuai perhitungan return on investmentnya.

Status lahan

Selanjutnya adalah jeli untuk mencari kebenaran status lahan apartemen tersebut. Apartemen yang tepat dijadikan untuk berinvestasi adalah sudah menjadi hak milik pengembang, dan bukan masih status Build, Operate, Transfer (BOT).

BOT sendiri merupakan upaya pemanfaatan aset milik negara atau daerah berupa tanah yang pemanfaatannya dilimpahkan kepada pihak lain atau swasta selama jangka waktu tertentu.

Pihak swasta memperoleh hak konsensi (hak mengelola lahan dan bangunan) dan pemerintah mendapatkan royalti atas pemakaian asetnya.

Secara pemanfaatan sangat baik, namun kelemahan dari status BOT ini adalah pada saat habis masa penggunaan oleh pihak swasta, tanah dan bangunan yang dibangun swasta di atas tanah tersebut harus dikembalikan atau diserahkan kepada pemerintah pusat atau pemerintah daerah.

“Bila konsumen membeli 1 unit apartemen di atas lahan dengan status BOT, sekian ratus juta akan terjun payung dengan perhitungan sebesar 70% – 80% akan mengembalikan uang kepada pengembang. Nanti, uang tersebut dibagi-bagikan kepada penghuni sesuai luasan unit apartemen,” jelasnya.

Jadi jangan sampai, konsumen harus gigit jari karena sekian juta melayang hanya karena tidak jeli mencari kondisi status lahan.

Fasilitas

Mengingat penghuni apartemen sangat dinamis, jadi pilihan apartemen yang menyediakan fasilitas lengkap seperti pasar swalayan, food court, area parkir, shuttle bus, service charge yang terjangkau, kolam renang, taman bermain, dan fasilitas olahraga.

Memiliki area komersil

Terakhir adalah memiliki area komersial seperti hotel atau kondotel. Dengan adanya area komersil seperti itu, sebenarnya membuka pangsa pasar yang berpotensial.

Artinya, pasar akan menimbangkan antara dua pilihan, apabila harga sewa hotel dinilai lebih mahal.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Jakarta Pavilion Apartment.

© 2017 Urbanlife.id