Ini 3 Trik Jitu Pilih Perhiasan Emas untuk Investasi

Biarpun perhiasan emas bukan investasi murni, tapi tetap saja banyak yang suka. Siapa sih yang gak bangga punya perhiasan emas?

Selain bisa dipakai dan bikin penampilan makin oke, emas yang berbentuk kalung, cincin, gelang atau yang lainnya itu tetap bernilai di masa depan. Perhiasan emas disebut investasi sebenarnya bikin pro kontra.

Mereka yang pro beralasan sudah membuktikan punya perhiasan emas tetap menguntungkan.
Sedangkan yang kontra beralibi perhiasan gak bisa disebut investasi karena perlakuan jual belinya gak ada standar seperti emas batangan.

Pasalnya, perhiasan ada kandungan selera dan seni sehingga cocoknya disebut produk fesyen.

Terlepas dari itu, perhiasan sejatinya adalah emas juga. Namanya saja emas, nilainya selalu naik setiap tahun. Beda sama nilai uang yang selalu kena depresiasi dari waktu ke waktu.

Lantaran sudah dalam berbentuk perhiasan, sudah pasti nilainya berbeda. Seni pembuatan, bahan campuran yang membentuk perhiasan, ikut disertakan dalam penentuan harga.

Untuk berat dan kadar karat yang sama, emas perhiasan pasti lebih mahal dibanding batangan. Pasalnya, dalam komponen harga perhiasan emas dimasukan pula ongkos pembuatan.

Maka itu penting banget buat menguasai ilmu membeli perhiasan emas. Pelajari dan aplikasikan. Tujuannya biar punya pengetahuan yang mumpuni biar gak gampang dikelabui saat transaksi perhiasan emas.

Mari bahas bareng-bareng biar beli perhiasan ini itu tetap aja bikin untung isi kantong.

Kenali kondisi fisik

Gak ada perhiasan emas yang terbuat dari emas murni. Ini dulu yang dicamkan. Mengapa? Ya, karena perhiasan emas yang berkadar kemurnian tinggi biasanya rawan rusak mengingat emas itu logam yang lunak.

Karena sifatnya yang lunak ini, emas kudu dicampur dengan logam lainnya biar jadi lebih kuat, bisa dibentuk dan bentuknya itu bisa bertahan lama. Pendek kata, makin tinggi kadar emas dalam perhiasan justru makin buruk.

Itulah mengapa memperlakukan perhiasan dengan 24 karat mesti ekstra hati-hati dalam penggunaan dan perawatannya. Ceroboh dikit, otomatis harganya bakal turun tajam.

Alhasil, kondisi fisik perhiasan seken bakal berpengaruh di harga tukarnya. Misal, perhiasan seken yang baru dan tanpa cacat harganya lebih bagus dari yang cacat. Selisihnya bisa lumayan.

Emas yang paling cocok untuk dibuat perhiasan adalah emas dengan kadar 75 persen. Sedangkan karatnya adalah 18-22 karat. Alasannya, emas 75 persen, 18-22 karat adalah kombinasi sempurna yang dapat mempertahankan bentuk perhiasan dalam jangka waktu lama.

Jenis perhiasan emas

Emas gak melulu berwarna kuning atau merah aja, tapi dikenal juga perhiasan dari emas putih. Emas putih sebenarnya juga bermacam-macam pula jenisnya. Ada yang warna putihnya hasil chrome aja tapi ada pula emas putih yang dalemannya berwarna putih.

Awalnya emas putih terbuat dari komposisi emas, nikel dan timah. Belakangan nikel diganti palladium karena gak ramah sama kulit yang cenderung bikin iritasi.

Nah, kadar emas putih pun bermacam-macam. Ada yang 6 karat, 8 karat sampai 24 karat. Rata-rata yang beredar di pasaran kadarnya 14 karat atau 18 karat.

Dari segi harga belinya, emas putih lebih mahal dari emas kuning atau merah meski kadar karat dan beratnya sama. Sebaliknya, harga emas putih kalau dijual lagi nilainya berkurang drastis karena dikurangi potongan yang tinggi.

Sebagai contoh, harga emas putih 18 karat mencapai 90 persen dari harga emas murni. Misalnya harga emas murni sekarang Rp 600 ribu per gram, maka harga emas putih adalah Rp 500 ribu. Ketika hendak menjual lagi maka pedagang hanya mau menghargai 70 persen dari harga emas murni atau Rp 420 ribu.

Lantaran harga jual kembalinya jatuh, emas putih kurang menguntungkan. Kelemahan lainnya dari perhiasan emas putih adalah warnanya yang akan kusam seiring berjalannya waktu.

Beda dengan emas kuning atau merah. Semakin tinggi persentase emas di perhiasan maka warnanya semakin kuning. Sebaliknya, makin rendah persentase emas maka warnanya agak kemerahan. Emas dengan warna kemerahan ini yang diistilahkan dengan emas muda.

Dari sini sudah bisa dilihat bila perhiasan emas warna kuning harganya lebih tinggi dari yang warna merah karena kadar persentasenya.

Baik emas kuning, merah, atau putih, semuanya tetap terbuat dari logam yang sama walau campurannya berbeda tapi gak berpengaruh terhadap kemurnian emas.

Model dan desain

Namanya saja produk fesyen, sudah pasti model dan desain perhiasan emas akan selalu ikuti selera pasar. Biasanya, makin baru model dan desainnya maka makin tinggi harganya.

Sayangnya, sebagai konsumen kadang buta banget mana yang baru mana yang lama. Apalagi kalau belinya di toko perhiasan emperan jalan. Urusan model dan desain ini praktis dibentuk sama persepsi.

Inilah yang membuat harga perhiasan emas sulit distandardisasi. Nilai taksiran perhiasan emas bakal berbeda-beda di tiap toko emas.

Bila memang perhiasan emas ditujukan untuk investasi hari esok, ada baiknya mencari model dan desain perhiasan yang simpel. Biasanya jenis perhiasan ini dibuat secara massal oleh pabrik. Maka pilihlah perhiasan model simpel tapi tetap up to date sehingga saat dijual lagi harganya tetap.

Sedangkan perhiasan emas dengan model atau desain rumit, biasanya dibuat secara khusus atau dipesan. Otomatis harganya cenderung lebih mahal.

Gak kalah penting lagi, teliti dalam melihat hasil produksi perhiasan emas. Ada toko emas yang teliti dalam membuatnya dan ada yang tidak menggunakan teknik dan cara yang kurang benar dalam produksinya.

Salah dalam proses pembuatan akan membuat perhiasan emas mudah kusam, berubah warna, dan mudah tergores. Tentu saja ini bakal membuat nilainya merosot drastis.

Itulah sedikit ulasan seputar perhiasan emas bila ingin diniatkan sebagai sarana berinvestasi. Setidaknya tiga hal itu bisa menambah pengetahuan dasar seputar perhiasan emas agar Urbaners terhindar dari kerugian.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Hutama Persada Jaya Mandiri.

© 2017 Urbanlife.id