Redakan Stres dengan Wine, Ini 5 Tahap Pembuatannya…

Wine dinilai sebagai minuman beralkohol yang paling sehat, teman untuk menyantap hidangan hingga pengusir stres. Namun, sudahkah kamu tahu cara pembuatan wine?

Minum wine setiap malam, dengan takaran setengah gelas untuk minuman tersebut, secara teknis tidaklah menjadi masalah, menurut paparan Gail Saltz, MD, seorang psikiater dan komentator televisi di New York yang mengkhususkan diri dalam kesehatan, seks, dan percintaan, seperti dikutip dari kompas.com.

Akan tetapi, jika Urbaners menggunakan wine sebagai pengusir stres, tak bisa merasa rileks tanpa tegukan wine setiap malam, itu patut menjadi perhatian.

Saltz menyarankan, lakukan beberapa kegiatan lain untuk bersantai. Olahraga, meditasi, bernapas dalam-dalam, yoga, bahkan menonton tayangan serial favorit, itu merupakan cara yang sehat untuk melepas lelah ketimbang mengonsumsi alkohol.

Tapi, Urbaners tidak harus meninggalkan wine sepenuhnya, tetapi sebaiknya jangan mengonsumsi setiap malam. Misalnya, saat-saat tertentu saja ketika ada momen spesial dengan pasangan.

Nah, perlu diketahui, proses pembuatan wine yang sangat kompleks dan detail ini diawali dengan menuai anggur segar berkualitas untuk menghasilkan rasa wine yang nikmat.

Cara membuat wine di bedakan dari 2 kategori, yaitu: still wine production (tanpa karbonasi) dan sparkling wine production (dengan karbonasi).

Ilmu pembuatan wine disebut Oenology dan para ahlinya dipanggil oenologist.
Penasaran tentang bagaimana minuman wine dibuat? Berikut ini tahapan-tahapannya.

5 tahap pembuatan wine

Bahkan, beberapa tahun terakhir ini kita sering membaca di media massa berita bahwa alkohol, khususnya wine, memiliki manfaat untuk kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Sudah banyak riset membuktikan wine menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung koroner.

Sebagai tambahan, riset baru dari University of Groningen di Belanda menemukan lagi alasan baik untuk minum wine setelah pulang kerja.

Ternyata wine itu berkhasiat sama bagusnya dengan yogurt yang sudah lama dikenal menjaga kesehatan bakteri baik di usus. Menurut riset tersebut, wine berdampak positif terhadap keberagaman mikroba di usus kita.

Dalam studi tersebut, periset menganalisis sampel feses lebih dari 1.000 orang dewasa di Belanda untuk meneliti dampak makanan berbeda terhadap bakteri di tubuh kita.

Keseimbangan bakteri hidup di usus membantu perut memproses makanan, mengatur sistem kekebalan tubuh, dan menjaga segala sesuatunya berjalan dengan lancar.

Ada juga bukti awal bahwa keragaman bakteri di usus dapat berdampak terhadap kelainan suasana hati dan penyakit spektrum luas, seperti Irritable Bowl Syndrome. Dengan kata lain, menjaga kesehatan bakteri baik itu penting untuk kesehatan kita.

Peneliti menemukan bahwa wine, kopi, dan teh meningkatkan keberagaman bakteri di usus. “Ada korelasi baik antara keberagaman dan kesehatan, semakin beragam menjadi semakin baik,” jelas Dr Alexandra Zhernakova, periset dari University of Groningen sekaligus peneliti utama studi tersebut.

Mereka juga menemukan bahwa gula dan karbohidrat memiliki dampak berkebalikan dengan wine dan kopi.

Oleh karena itu, jika ingin minum untuk meningkatkan kesehatan usus, jauhi teh manis dan latte. Saat minum anggur, temani dengan makan buah, bukan dengan makan keju dan biskuit.


Konten ini adalah kerjasama antara UrbanLife.id dengan Hutama Persada Jaya Mandiri.

© 2017 Urbanlife.id