Jangan Sembarangan, Ikuti Tips Simpel Menyiram Tanaman Ini agar Tanamanmu Tumbuh Subur

Memelihara tanaman di pekarangan adalah salah satu hobi yang cukup populer. Namun, tak semuanya paham cara menyiram tanaman yang benar. Agar Urbaners tak membuang-buang air, ada baiknya untuk ikuti beberapa petunjuk berikut.

Namun, selain metode dan waktu, ada sejumlah poin lain yang harus diperhatikan saat menyiram tanaman.

Pertama, jenisnya. Beberapa jenis tanaman bisa langsung menyerap air dari tanah untuk dimanfaatkan dalam proses fotosintesis. Kita pun bisa mengurangi jadwal menyiram menjadi lebih jarang untuk menghindari tanaman kelebihan air, serta menghindari pemborosan air di hunian kita.

(Baca juga: Biar Hunian Tambah Nyaman, Lakukan 5 Hal Ini Setahun Sekali)

Akar tanaman berjenis pohon-pohonan biasanya menjangkau ke dalam tanah lebih dalam daripada jenis semak-semak atau tanaman hias. Tanaman berdaun kecil, keabu-abuan, dan menyerupai jarum biasanya membutuhkan air lebih sedikit.

Kedua, waktu hingga tanaman mandiri. Dengan asumsi praktik penyiraman yang berjalan tepat, semakin lama tanaman di atas tanah, semakin mandiri dan berkurang kebutuhan akan asupan air tambahan.

Tanaman yang baru dipindahkan bisa saja membutuhkan air lebih dari sekali dalam sehari. Pastikan dengan mengeceknya secara berkala.

Ketiga, kondisi tanah. Jenis tanah yang digunakan pun mempengaruhi kondisi tanaman. Tanah yang baik akan mampu menahan air dan menjaga kelembapan tanaman meskipun hanya menyiramnya satu kali sehari.

Partikel halus pada tanah lempung menyerap air lebih lambat dan menahan lebih kuat daripada tanah pasir atau tanah liat yang dapat mengering lebih cepat. Oleh karena itu, pada tanah landai, siram air secara perlahan hingga menyerap sempurna.

Keempat,lokasi tanaman. Jika kamu meletakkan tanaman di luar rumah, sebaiknya menyiramnya secara teratur. Namun apabila tanaman di dalam rumah dan jarang terkena sinar matahari, kamu tidak perlu repot memberinya air sesering mungkin.

Kuantitas cahaya dan kapan tanaman menerimanya akan memengaruhi kecepatannya untuk menjadi kering. Ketahui suhu udara dengan cara meraba tembok atau merasakan angin yang berhembus di sekitar tanaman.

Kelima, cuaca. Kondisi dingin dan lembap pada musim hujan menimalisir penggunaan air. Sementara kondisi panas dan kering saat kemarau akan membutuhkan air yang lebih banyak.

© 2017 Urbanlife.id