10 Fakta Unik dan Menarik Seputar Kehidupan Pembalap MotoGP

Melaju dengan kecepatan tinggi dan mempertaruhkan nyawa memang jadi bagian yang gak terpisahkan dari kehidupan pembalap MotoGP.

MotoGP sendiri adalah kelas tertinggi dari balapan sepeda motor. Kejuaraan ini diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk pertama kalinya pada 1949.

Saat ini, MotoGP terbagi dalam tiga kelas yang dikelompokkan berdasarkan kapasitas mesin, Moto3, Moto2 dan MotoGP itu sendiri.

Motor-motor yang digunakan pada MotoGP adalah motor yang dibuat khusus untuk balap serta gak dijual. Hal ini berbeda, misalnya, dari balapan World Superbike yang mengadu versi modifikasi dari motor produksi massal.

Untuk itulah, para pembalap MotoGP harus punya skills mumpuni untuk melaju kencang di lintasan dan bersaing memperebutkan tempat di podium. Kesalahan kecil di lintasan bisa berakibat fatal, seperti mengalami clash, crash atau gagal finis.

Namun, banyak fakta unik seputar kehidupan rider MotoGP yang jarang terungkap ke publik, seperti rata-rata kecepatan motor saat di lintasan, berapa lama mereka harus menjelajahi dunia dalam setahun, maupun berat motor yang harus dipacu.

Berikut ini fakta-fakta unik seputar kehidupan pembalap MotoGP, yang diungkapkan rider asal Inggris Raya, Bradley Smith, beberapa waktu lalu, seperti dilansir oleh UrbanLife.id dari berbagai sumber.

Pembalap MotoGP Berada di Luar Negeri Hampir Setengah Tahun Lebih Tiap Musimnya

Musim MotoGP biasanya berlangsung selama kurang lebih sembilan bulan, dari Maret hingga November. Jadi memang gak ada waktu istirahat buat mereka.

Mereka bisa berada di luar negeri hingga 180 hari tiap tahunnya. Smith mengaku bahwa tempat yang menurutnya paling oke adalah sirkuit di Kuala Lumpur, Malaysia dan dekat dengan gedung kembar, Petronas.

(Baca juga: Buatmu yang Berniat Membeli Unit di Gedung Apartemen untuk Pertama Kalinya, 7 Tips Ini Membuatmu Tak Lagi Buta)

Pembalap MotoGP Memacu Motor hingga 346 Km Per Jam Saat Balapan

Menurut Smith, kecepatan motor MotoGP hingga 346 km/jam.”Motor ini memiliki kecepatan 250 tenaga kuda, yang jauh lebih cepat daripada mobil. Tapi kamu bersandar pada dua roda, jadi cukup banyak tantangannya,” kata Smith.

“Hanya dibutuhkan waktu 2,5 detik dari posisi diam hingga mencapai 95km/jam.” ucap Smith.

Bobot Sepeda Motor Dua Kali Lipat Berat Laki-laki Dewasa

Motor MotoGP berbobot 160 kg sehingga cukup bagi benda-benda berat membuat motor keluar dari lintasan.  Guna mengendalikan motor, latihan beban diperlukan untuk memperkuat lengan, bahu untuk membangun kekuatan dan stabilitas pembalap ketika di atas motor.

“Kelihatannya mudah, tapi dibutuhkan konsentrasi dan kerja keras untuk mengendalikan motor ini,” kata rider asal Inggris ini.

(Baca juga: Bukan Cuma Kerja Keras, Orang Sukses Juga Melakukan 6 Kebiasaan Ini Saat Datang ke Kantor)

Pembalap MotoGP Kehilangan 2 Liter Keringat Setiap Balapan

Kombinasi fisik dan pikiran untuk mengikuti setiap bentuk lintasan membuat olahraga ini jauh lebih melelahkan dibanding olahraga lainnya. Setidaknya, begitu anggapan dari pengamat balapan.

“Situasinya semakin bertambah buruk ketika balapan di Malaysia dengan tempratur 36 derajat celsius atau di Jepang dengan tingkat kelembapan hingga 70 [persen]. Ini membuat tubuh kamu stres,” tambahnya.

Kulit Kanguru

Pakaian balapan berbahan dasar dari kulit kanguru, karena menurut penelitian, kulit kanguru memiliki ketebalan 3 mm dari kulit sapi dan lebih fleksibel.

“Baju balap kamu harus seperti kulit kedua sehingga kamu bisa bergerak leluasa namun harus tetap melindungimu dari gesekan dengan aspal,” ungkap Smith sembari menjelaskan risiko terjatuh dari motor.

(Baca juga: Turunkan Risiko Penyakit Jantung di Usia Muda dengan Melakukan 5 Jenis Olahraga Ini!)

Pembalap Mengenakan Pelindung Lebih Banyak dari Batman

Pakaian balap pembalap MotoGP harus bisa memberikan perlindungan ekstra pada pembalap ketika mereka terjatuh dari kecepatan tinggi.

“Harus ada perlindungan yang baik di are bahu, siku, lengan, sarung tangan, buku-buku jari dan di sekitar telapak tangan,” kata Smith. “Kami juga memiliki pelindung dada, punggung pelindung, pelindung pinggul dan tulang kering dan perlindungan lutut.”

“Para produsen juga mengembangkan sistem airbag (balon udara) built-in untuk meredam benturan pembalap dengan aspal. Jadi perlindungan pembalap MotoGP lebih banyak dari Batman,” tambahnya.

Motornya seperti Sebuah Komputer Besar

Sepada motor berisi 500 data yang tersimpan ECU. Perangkat keras pada motor ini membantu tim untuk menganalisa motor dan hal yang terjadi.

“Sebagai pembalap, saya tertantang mengalahkan waktu di putaran atas. Dengan perangkat komputer ini, saya tahu kecepatan di berbagai sektor. Jadi saya tahu kelemahan dan kelebihan di setiap sirkuit,” kata Smith.

“Kemudian,ada juga lampu indikator kapan saya harus mengoper gigi untuk mencapai kecepatan optimal,” jelasnya.

(Baca juga: 5 Indikator Kamu Sudah Berada di Jalan yang Tepat untuk Menjadi Orang Kaya)

Latihan Motor Tanpa Mesin Alias Bersepeda

Pembalap harus tetap mengembangkan kebugaran otot jantung untuk membantu tubuh mengatasi tuntutan fisik balapan di MotoGP.

“Saya bersepeda agar tetap fit,” jelas Smith. Bahkan, pembalap MotoGP lainnya, Cal Crutchlow berlatih sepeda dengan pembalap sepeda, Mark Cavendish.

“Bersepeda olahraga yang tidak menimbulkan dampak terlalu serius tapi sangat membantu pembalap untuk mencapai kebugaran tubuh yang optimal.”

Selain bersepeda, Smith juga melakukan variasi latihan biar gak monoton, seperti bermain motorcross untuk menambah daya tahan jantung.

Menghapus Trauma Kecelakaan dengan Cepat

Smith merasa, 2014 lalu terlalu sering terjatuh. Namun, sebagai pembalap, mereka harus melupakan trauma dengan cepat.

“Kami harus buru-buru melupakan kecelakaan di dalam pikiran. Itu membuat kamu sulit mencapai kecepatan terbaik. Bahkan seperseratus detik, trauma bisa menyebabkan kamu kecelakaan lagi. Kamu harus memulai balapan dengan pikiran dengan jernih,” katanya.

(Baca juga: Ini Lho, 5 Pola Pikiran yang Menyebabkan Kelas Menengah Susah Jadi Orang Kaya…)

Sarapan Para Juara

Pasta Cokelat dan Nasi menjadi ‘sarapan para juara’ buat pembalap. Menurut Smith, dua makanan ini bisa menjadi sumber energi terbaik ketika balapan berlangsung selama 45 menit. Asupan makanan yang salah menyebabkan stres pada tubuh dan membuat perut menjadi kram.

“Menu terbaik saya adalah cokelat pasta atau nasi merah dengan ayam atau tuna. Saya cenderung makan tiga jam sebelum balapan,” pungkas Smith.

 

© 2017 Urbanlife.id