Mau Kaya di Usia Muda? 5 Film yang Ajarkan Cara Kumpulkan Uang Ini Wajib Masuk dalam Daftar Tontonanmu!

Siapa sih yang gak ingin kaya di usia muda? Banyak orang yang menginginkannya. Yup, bisa punya banyak uang memang bukan sekadar angan. Asalkan mau berusaha dan bekerja keras, keinginan itu besar kemungkinan bisa diwujudkan.

Tapi, tunggu dulu. Bekerja keras dan terus berusaha bukan satu-satunya persyaratan untuk jadi kaya. Selain itu, Urbaners pun harus memenuhi persyaratan lainnya, yaitu lihai dalam mengumpulkan uang.

Kebutuhanmu memang harus dipenuhi, tapi perkara berhemat dan menabung juga wajib dilakoni. Nah, gimana sih cara kumpulkan uang yang sebaiknya kita jalankan? Yuk, contek caranya dari film-film berikut ini!

Jerry Maguire

Jerry Maguire

Film komedi drama romantis yang dirilis pada tahun 1996 ini dibintangi oleh Tom Cruise (sebagai Jerry Maguire), Cuba Gooding Jr. (sebagai Rod Tidwell) dan Renée Zellweger (sebagai Dorothy Boyd). Film ini menjelaskan bahwa bisnis tidak pernah sepenuhnya sekedar “bisnis”. Didalam mengelola keuangan, ternyata banyak faktor perasaan yang mempengaruhi investasi yang dilakukan Jerry di dalam bisnis barunya tersebut.

(Baca juga: Ini 5 Bisnis Sampingan yang Bisa Urbaners Lakukan Saat “Weekend”)

Walaupun pada akhirnya Jerry menjadi teman baik Rod dan suami Dorothy, film ini mengajarkan agar tidak memanfaatkan hubungan perasaan tersebut untuk sekedar meningkatkan nilai investasi yang kita lakukan serta tetap mengatur tabungan pribadi dan bisnis secara terpisah.

Big Fish

Big Fish

Mengisahkan tentang Edward Bloom, seorang veteran perang yang mengejar cinta dan meraih kesuksesan dengan menjalani berbagai karir dan bisnis, film ini sangat direkomendasikan oleh UrbanLife.id untuk Urbaners tonton.

Cukup apik dengan prolog di sepanjang film, kita diajarkan melalui cerita kegigihan seseorang yang cukup visioner dalam merencanakan masa depan finansialnya. Mulai dari keberhasilan Edward menjadi tenaga sales dengan penjualan terbanyak, seorang investor properti dan membangun bisnis, hingga rela berbagi untuk masyarakat.

Uang digambarkan sebagai sesuatu yang mudah didapatkan, asalkan kita gigih dan mau bekerja keras dalam meraihnya.

The Pursuit of Happyness

The Pursuit of Happyness

Film ini diangkat dari memoar dengan judul yang sama, yang dibuat oleh seorang investor, broker saham, motivator, penulis dan filantropis Chris Gardner. Dirilis pada tahun 2006, film ini dibintangi oleh Will Smith sebagai Chris dan Jaden Smith sebagai anak Chris, Christopher Jr.

Sebagai seorang salesman, Chris menginvestasikan seluruh tabungannya untuk membeli scanner kepadatan tulang. Namun demikian, keuntungan yang didapatkan dari penjualan scanner ini ternyata tidak sebesar yang diharapkannya.

Di sisi lain, kebutuhan yang dihadapi oleh Chris dan anaknya untuk hidup sehari-hari justru semakin meningkat. Chris akhirnya mencoba untuk magang di sebuah perusahaan sebagai broker.

(Baca juga: Urbaners Mau Beli Apartemen Lewat Broker? Ajukan Dulu Pertanyaan Ini)

Dengan hasil kerjanya yang baik, Chris diterima untuk bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut. Dari saat itulah, kondisi keuangan Chris perlahan-lahan semakin membaik dan bisa untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan anaknya.

Film ini menjelaskan bahwa kita tetap harus memiliki cadangan dana sebagai bagian dari rencana keuangan. Dalam contoh Chris, dirinya menghabiskan seluruh tabungannya untuk berinvestasi tanpa memiliki dana cadangan.

Akibatnya, Chris mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kebutuhan jangka pendeknya ketika investasi tersebut tidak menghasilkan keuntungan seperti yang sebelumnya diperkirakannya.

Wall Street

Wall Street

Bagi para penggemar film tentang keuangan, judul yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Film ini dirilis pada tahun 1987 dan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael Douglas (sebagai Gordon Gekko), Charlie Sheen (sebagai Bud Fox) dan Daryl Hannah (sebagai Darien Taylor).

Bud bekerja sebagai seorang broker saham junior di Jackson Steinem & Co. Dia mengidolakan Gekko, seorang legenda di Wall Street. Dengan berbagai cara dan pendekatan, Bud akhirnya berhasil meyakinkan Gekko untuk memberikan kepercayaanya kepada Bud untuk mengelola sebagian sahamnya. 

Bud mendapatkan keuntungan besar dari kerjasamanya untuk menyediakan informasi dari dalam perusahaannya untuk Gekko. Bahkan, Gekko mengenalkan Bud kepada seorang perempuan—yang kelak menjadi pacarnya—bernama Darien, seorang dekorator interior.

Namun demikian, keberuntungan yang dihasilkannya dari kemitraan dengan Gekko ini ternyata memancing perhatian dari Komisi Pertukaran Nilai Mata Uang dan Sekuritas AS (Securities and Exchange Commission). Film ini menjelaskan tentang dampak yang bisa ditimbulkan dari kecurangan yang dilakukan hanya untuk mendapatkan keuntungan besar dalam jangka pendek.

Di sisi lain, film ini juga mengajarkan bahwa kekayaan sebenarnya perlu diraih dengan menabung secara terus-menerus dalam jangka panjang.

Wall Street: Money Never Sleeps

Wall Street: Money Never Sleeps

Dirilis pada tahun 2010, film ini merupakan lanjutan dari Wall Street di atas. Masih dibintangi oleh Michael Douglas (sebagai Gordon Gekko) dan pemain muda Shia LaBeouf (sebagai Jacob “Jake” Moore), film ini bercerita tentang kehidupan Gekko setelah keluar dari penjara—sebuah hukuman akibat melakukan kecurangan yang terjadi di film sebelumnya.

Gekko meluncurkan sebuah buku yang berjudul Is Greed Good? (Apakah Serakah Itu Baik?) sebagai sebuah peringatan mengenai krisis ekonomi yang akan datang. Di sisi lain, anak perempuan Gekko mengencani seorang pedagang produk-produk investasi, seperti saham, obligasi dan komoditas, bernama Jake.

(Baca juga: 4 Cara Mudah untuk Memulai Investasi Properti dengan Gaji Pas-pasan)

Setelah perusahaan tempat Jake bekerja hancur secara finansial, Gekko menawarkan kerjasama dengan Jake untuk membalas dendam kepada orang yang dianggapnya menyebabkan kehancuran perusahaannya dan sebagai gantinya, Jake harus membantu Gekko untuk memperbaiki hubungannya dengan anak perempuannya yang dikencani Jake tersebut.

Film ini membahas kehidupan lain dari Gekko sebagai seorang pengusaha produk keuangan yang berkali-kali menyalahgunakan kepercayaan yang dimilikinya, seperti menggunakan dana simpanan milik anak perempuannya untuk mendapatkan keuntungan finansial.

Namun, Gekko akhirnya berusaha memperbaiki kerusakan tersebut setelah menyadari bahwa keluarga merupakan sebuah kekyaan yang sangat berharga bagi dirinya. Secara implisit, film ini mengajarkan kita untuk tidak mencampurkan bisnis dengan tabungan keluarga.

© 2017 Urbanlife.id