Sebelum Menikah, Coba Bicarakan Dulu 5 Topik Keuangan Ini dengan Pasanganmu

Uangmu adalah uangmu, uangku adalah uangku. Dalam urusan finansial, kalimat ini mungkin masih bisa dipakai saat kita masih berpacaran. Namun, tidak ketika sudah menikah.

Walaupun masih banyak pasangan yang menggangap topik keuangan adalah hal yang tabu dalam suatu hubungan. Sebenarnya, topik ini sangat penting dan harus dibicarakan. Apalagi jika kamu dan pasangan sudah memasuki tahap hubungan yang serius untuk mempersiapkan pernikahan.

Alasannya, secara ideal nantinya pasangan suami-istri perlu membuat satu rekening bersama yang isinya seluruh pengeluaran bersifat kewajiban rumah tangga mulai dari bayar cicilan rumah, mobil, uang sekolah anak, cicilan dana darurat, pengeluaran makan sehari-hari, listrik hingga investasi.

Oleh sebab itu, tentunya kamu juga ingin mengetahui secara pasti bagaimana kebiasaan pasangan kamu dalam mengatur uang, sebelum akhirnya melangkah ke sebuah hubungan yang lebih serius yaitu pernikahan.

Lalu, topik keuangan apa saja yang perlu dibicarakan sebelum kamu dan pasangan memutuskan untuk menikah tersebut?

Kebiasaan Belanja dan Menabung

Bertukar pikiran mengenai bagaimana cara kamu menghabiskan uang dan menabung tiap bulannya dapat membantu kalian untuk mempersiapkan pesta pernikahan yang tak murah. Bicarakan juga apakah kalian berdua akan menanggung biaya pesta pernikahan ini secara fifty-fifty atau yang lainnya.

Usahakan juga persiapkan segala hal yang berhubungan dengan pesta pernikahan jauh-jauh hari guna meminimalisir bujet yang akan kamu dan pasangan keluarkan nantinya.(Baca juga: Tips Memiliki Hunian Idaman dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun untuk Pasangan Baru)

Selain itu, cobalah sepakati tentang batas maksimum pengeluaran. Misalnya, apakah kita perlu memberitahu pasangan apabila ada pengeluaran yang dilakukan lebih dari Rp 10 juta. Pastikan masing-masing pihak mengerti tentang pengelolaan keuangan bersama.

Dengan begitu, kamu dan pasangan juga menjadi lebih mengenal satu sama lain tentang bagaimana pola kalian menggunakan uang secara berbeda. Apakah kalian bijak atau boros.

Tumpukan Utang

Jangan anggap remeh masalah utang piutang. Sebelum menikah, ketahui dengan jelas apakah calon pasangan seumur hidup kamu terbelit utang atau tidak.

Jika dia terbelit utang dengan jumlah yang cukup besar, cobalah cari jalan keluar yang terbaik. Jangan sampai kita mengetahui tumpukan utang ini setelah menikah.

Membeli Hunian Idaman Bersama

Kalau kamu memiliki calon suami atau istri yang sudah mapan dan telah memiliki hunian idaman, mungkin topik ini boleh dilewati. (Baca juga: Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Membeli Hunian Idaman Sedini Mungkin)

Namun, bagi pasangan yang sedang membangun impian untuk memiliki hunian idaman bersama, jelas topik ini harus dibicarakan. Pasalnya, ketika kamu memutuskan untuk mengikat diri dengan tali pernikahan maka kalian membutuhkan tempat tinggal.

Pastinya, menyewa apartemen atau mengontrak rumah bukanlah merupakan solusi yang terbaik. Oleh karena itu, diskusikan dengan pasangan kita tentang rencana membeli hunian idaman bersama. Tipsnya, belilah hunian yang sesuai dengan bujet kamu dan pasangan.

Selain itu, diskusikan pula metode pembayaran hunian idaman tersebut, serta kemampuan masing-masing dalam mencicilnya di masa depan, jika kalian memilih untuk membelinya secara kredit.

Pengeluaran Anak

Tak ada salahnya untuk berdiskusi mengenai jumlah anak saat menikah kelak. Sebab, jumlah anak berpengaruh pada pengeluaran saat membina rumah tangga.

Secara umum, kalau kamu berniat langsung memiliki anak setelah menikah maka kamu harus menghitung biaya persalinan. Biaya untuk melahirkan secara normal di Jakarta mulai dari Rp 7-12 juta. Melahirkan lewat operasi cesar tentu lebih mahal lagi.

Jika operasi cesar terpaksa dilakukan, biaya yang harus disiapkam mencapai Rp 15-30 juta. Ini belum termasuk biaya perlengkapan dan perawatan bayi.

Belum lagi kita perlu menyiapkan dana pendidikan anak. Walaupun kegiatan ini memang bisa dimulai sejak anak duduk di bangku sekolah. Tapi, akan lebih baik jika menabung dana pendidikan tinggi untuk si buah hati dilakukan ketika dia masih bayi. Jadi, kita memiliki jangka waktu yang panjang dalam program yang dipilih. Bahkan, dana yang bisa dikumpulkan bisa digunakan hingga sang anak harus masuk perguruan tinggi.

Triknya, berkompromilah dengan keinginan masing-masing, lalu tentukan jumlah anak dan dana pendidikan anak yang menurut kamu dan pasangan anggap sebagai jumlah yang ideal.

Iuran Bulanan Rumah Tangga 

Pos pengeluaran yang satu ini juga tak boleh lupa dibicarakan. (Baca juga: Tips Alokasi Penghasilan untuk Mencicil Properti buat “First Jobber”)

Diskusikan dengan pasangan siapa yang akan membayar iuran bulanan saat menikah, siapa yang mengontrol, dan bagaimana cara kalian berdua membiayai hobi masing-masing. Pasalnya, ini adalah hal detail yang penting dalam membina rumah tangga.

© 2017 Urbanlife.id