Plus Minus Menikah di Usia Muda

Menjalin ikatan pernikahan bersama kekasih tercinta tentu menjadi impian setiap orang.

Namun begitu, pastikan kamu siap untuk menghadapi masalah yang ada bersama dengan kekasih ketika telah menikah nanti.

Pasalnya, saat kamu dan sang kekasih memutuskan untuk menjalani hidup bersama, semua kesenangan dan kesulitan harus ditanggung bersama.

Sebagai bahan pertimbangan, yuk simak bersama plus minus menikah di usia muda berikut ini.

Plus:

Bagi wanita, saat berusia muda wanita memiliki semangat dan energi yang sangat besar. Untuk itu, kamu dapat memanfaatkan energi dan semangat tersebut untuk mengurus rumah tangga dan pasangan kamu. Selain itu, berhubung kamu masih muda maka kesehatan kamu masih dalam kondisi prima sehingga kamu memiliki kesiapan yang lebih baik untuk mengandung. (Baca juga: Tips Memiliki Hunian Idaman dalam Waktu Kurang dari Tiga Tahun untuk Pasangan Baru)

Untuk para lelaki, menikah di usia muda bisa menjadi salah satu pendongkrak semangat untuk meraih sukses. Alasannya, laki-laki muda biasanya memiliki keinginan kuat untuk membahagiakan sang istri dan pastinya anak-anak.

Kalau dalam hal keuangan, apabila kamu berdua bekerja maka kamu berdua akan bisa memiliki perencanaan keuangan yang baik. Sebab, jika pendapatan kamu berdua digabungkan menjadi satu, jumlahnya akan cukup untuk membeli hunian idaman bersama.

Minus:

Apabila kamu memutuskan untuk menikah di usia muda maka pastikan kamu siap dengan segala risikonya. Karena biasanya, terutama wanita, akan kaget dengan segala rutinitas baru yang harus dihadapi setelah menikah, misalkan pasangan kamu berubah menjadi tak semanis saat pacaran. (Baca juga: Ide Simpel untuk Kencan Istimewa Kamu di Akhir Pekan Ini)

Bagi lelaki, menikah di usia muda sering sekali dianggap sebagai pembatas kreatifitas dan pergaulan. Mengapa demikian? Karena setelah menikah, laki-laki memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memastikan bahwa istri dan anaknya sejahtera secara finansial dan batinnya. Untuk itu, biasanya setelah menikah laki-laki akan sulit menjalankan hobi dan kreatifitasnya, karena tanggung jawabnya tersebut.

Seorang wanita harus memiliki banyak waktu untuk mengurus anak saat memutuskan untuk menikah. Hal ini membuat tak sedikit wanita merasa bahwa waktu mudanya yang bisa digunakan untuk bersenang-senang harus dikorbankan.

Beberapa kasus membuktikan bahwa wanita yang memutuskan untuk menikah di usia muda merasa pernikahan dijalankan dengan landasan formalitas saja akibat terlalu banyak berkorban tersebut. Walhasil, sering kali pasangan yang menikah muda rentan dengan perselingkuhan dan perceraian. (Baca juga: 5 Alasan Mengapa Langkah Mencari Hunian Idaman Sama Seperti Memilih Pasangan Hidup)

Bagi laki-laki, untuk membeli sesuatu yang dia sukai bukanlah hal yang mudah lagi karena pendapatan bulanan yang dimiliki harus dialokasikan terlebih dahulu untuk kebutuhan rumah, istri dan anak. Dengan demikian, apabila menginginkan sesuatu, lelaki perlu menabung terlebih dahulu dengan sisa-sisa uang yang ada.

© 2017 Urbanlife.id